FAJAR, MANADO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Rabu pagi (2/4/2026) membawa dampak serius. Tidak hanya memicu kepanikan warga, bencana ini juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa akibat runtuhnya bangunan di Kota Manado.
Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan gedung di kawasan Sario. Korban diduga terkena material bangunan dari Gedung KONI Sario yang mengalami kerusakan parah saat gempa terjadi. Seperti dilansir Manado Post, korban bernama Adeitje Lahia asal Minahasa Tenggara, Sulut.
Guncangan kuat membuat sebagian struktur gedung runtuh secara tiba-tiba. Korban yang berada di sekitar lokasi diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika material bangunan mulai berjatuhan.
Hingga kini, aparat kepolisian telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Namun, belum ada keterangan resmi terkait identitas korban maupun kronologi lengkap insiden tersebut.
Di sisi lain, gempa ini juga memicu kekhawatiran lebih luas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG mencatat gempa terjadi sekitar pukul 05.48 WIB dengan pusat berada 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 62 kilometer.
Dalam pernyataannya, BMKG menyebut telah dilakukan pemutakhiran peringatan dini tsunami menyusul gempa berkekuatan besar tersebut. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Situasi ini membuat masyarakat diminta tetap waspada serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang guna menghindari risiko lanjutan. (*)





