Bawa Investasi Rp380 Triliun, Presiden Prabowo Tiba di Jakarta Usai Lawatan dari Jepang dan Korsel

matamata.com
12 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Kedatangan Presiden menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kerja ke dua negara Asia Timur, yakni Jepang dan Korea Selatan.

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan terbatas mendarat sekitar pukul 00.01 WIB. Sebelumnya, Presiden bertolak dari Pangkalan Udara Militer Seongnam, Seoul, Korea Selatan, pada Rabu malam.

Di apron Lanud Halim Perdanakusuma, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung kepulangan Presiden di ujung tangga pesawat.

Gibran yang mengenakan setelan jas hitam dan kopiah tampak didampingi sejumlah pejabat tinggi, antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN M. Herindra.

Setibanya di bawah, Presiden Prabowo menyalami satu per satu pejabat yang menjemput, dimulai dari Wapres Gibran hingga Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Setelah berbincang singkat dengan Dirut Garuda, Presiden langsung bertolak meninggalkan lokasi menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda.

Capaian Strategis di Jepang dan Korsel Selama lawatan di Jepang (29–31 Maret), Presiden Prabowo melakoni agenda padat, mulai dari pertemuan dengan Kaisar Naruhito hingga pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Salah satu pencapaian utama di Tokyo adalah kesepakatan investasi strategis senilai 23,63 miliar dolar AS atau setara Rp380 triliun. Angka fantastis ini mencakup berbagai sektor hasil kerja sama pelaku usaha kedua negara.

Setelah dari Jepang, Presiden melanjutkan kunjungan ke Seoul untuk bertemu Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Blue House. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat meningkatkan status kerja sama di sektor ekonomi, pertahanan, hingga teknologi masa depan.

Setidaknya ada 10 Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Seoul. Kerja sama tersebut meliputi kemitraan mineral kritis, pengembangan digital, kecerdasan buatan (AI) untuk kesehatan, hingga kolaborasi keuangan antara badan pengelola investasi Danantara dengan Exim Bank of Korea. (Antara)

Baca Juga
  • KPK Periksa Pengusaha Rokok Pasuruan Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Bakal Minta Keterangan 4 Oknum TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Gempa M 7,6 di Bitung Sulut, BNPB Ingatkan Warga Setempat Jauhi Area Pantai
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Call Bebas Pulsa di Aplikasi Livin’ by Mandiri
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menko PMK Minta Pemda hingga TNI-Polri Evakuasi dan Data Korban Gempa Malut-Sulut
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
PT Samator Indo Gas Tbk 2025 Catat Pertumbuh Kinerja Positif, Penjualan Capai Rp3,01 Triliun
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.