Saham Big Caps BREN, INCO, Cs Bebani Langkah IHSG Pagi Ini (2/4)

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (2/4/2026). Pergerakan saham BREN hingga INCO membebani langkah IHSG.

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.05 WIB, IHSG dibuka melemah 0,45% atau turun 32,15 poin ke level 7.153,11. Terpantau sebanyak 268 saham melemah, 236 saham menguat, dan 454 saham stagnan.

Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham unggulan yakni saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 5% ke level Rp5.225, disusul saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah 4,98% ke level Rp1.910, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melemah 4,2% ke level Rp228.

Berikutnya saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turun 2,99% ke level Rp1.135, dan saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah 3,04% ke level Rp5.575.

Baca Juga : IHSG Dibuka Turun ke Level 7.153 Pagi Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Rp12.610 Triliun

Sebaliknya sejumlah saham yang mampu menahan laju penurunan dan cenderung menguat adalah saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menguat 3,75% ke level Rp11.025, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 2,81% ke level Rp2.560, saham PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) menguat 2,11% ke level Rp725.

Selain itu saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 2,08% ke level Rp1.720, dan saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menguat 1,12% ke level Rp1.360.

Medco Energi Internasional Tbk. - TradingView

Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan sentimen global dipicu oleh harapan akan segera berakhirnya perang AS-Iran. Presiden Trump juga mengisyaratkan bahwa AS berencana keluar dari perang tersebut dalam dua hingga tiga pekan. 

Sentimen domestik berasal dari rilis data Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia melemah di level 50.1 pada Maret 2026 dari 53.8 di Februari 2026 (1/4). Sementara itu surplus neraca perdagangan turun menjadi US$1,28 miliar di Februari 2026 dari US$3,09 miliar di Februari 2025.

"Namun surplus pada Februari 2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan surplus US$0,96 miliar di Januari 2026. Sedangkan inflasi bulan Maret 2026 melambat menjadi 0,41% MoM dan 3,48% YoY dibandingkan inflasi Februari 2026 yang sebesar 0,68% MoM dan 4,76% YoY.," tulis Phintraco Sekuritas.

Selain itu, BEI secara resmi memperbarui aturan mengenai minimum free float 15% bagi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Aturan ini akan diterapkan secara bertahap dengan berbagai skema yang telah disiapkan BEI. 

Perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar minimum Rp5 triliun dan sampai saat ini memiliki tingkat free float di bawah 12,5%, wajib memenuhi jumlah saham free float sebesar 12,5% paling lambat pada 31 Maret 2027 dan memenuhi ketentuan free float 15% paling lambat pada 31 Maret 2028.

Sedangkan emiten yang telah mencapai angka free float 12,5% hingga kurang dari 15%, wajib memenuhi ketentuan free float 15% pada 31 Maret 2027.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fuji Akhirnya Bereaksi soal Furab, Tak Disangka Jawabannya Bikin Kaget
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Ayat Ini Turun Akibat Kelicikan dan Kebencian Yahudi kepada Rasul, Islam, Bangsa Arab
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Batu Bara Ambruk 4,6%, Pesta Bubar
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BMKG Minta Warga Terdampak Gempa Sulut-Malut Cek Struktur Bangunan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Kamis 2 April 2026
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.