Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara–Maluku Utara memiliki karakter berbeda dengan peristiwa tsunami besar di Aceh pada tahun 2004 lalu. Perbedaan itu terutama terkait mekanisme sumber gempa dan lokasi kejadian.
Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menjelaskan kemungkinan gempa tersebut memicu kejadian di wilayah lain relatif terbatas dan umumnya hanya terjadi di sekitar episenter.
“Jadi ini kan kalau dengan Aceh mekanismenya sudah beda jauh ya, dan lokasinya juga jauh. Kalaupun itu men-trigger ya hanya di wilayah sekitar episenter ya, karena itu kami tetap harus memonitor gempa-gempa susulan apakah gempa susulannya akan berpotensi melebar ke daerah sekitarnya. Namun biasanya ya semoga ini akan berakhir di daerah tersebut,” kata Rahmat dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4).
Rahmat menambahkan, potensi pemicu gempa lain tetap ada, tetapi terbatas pada sumber-sumber gempa di sekitar kawasan terdampak, seperti di wilayah Sulawesi dan Laut Maluku.
“Kalaupun akan berpotensi men-trigger ya sumber-sumber gempa yang ada di sekitar Sulawesi, Laut Maluku tadi, di sekitar episenter bisa berpotensi men-trigger baik yang di laut maupun sumber gempa sesar di darat itu berpotensi,” ujarnya.
BMKG memastikan pemantauan gempa susulan terus dilakukan dan akan menyampaikan pembaruan informasi kepada masyarakat serta pemerintah daerah terdampak.
“Namun kita tentunya akan terus melakukan monitoring dan update dan akan selalu memberikan informasi ke masyarakat termasuk pemerintah daerah terdampak,” kata Rahmat.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyatakan gempa 7,6 Magnitudo berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dengan status Siaga.
"Dengan ketinggian tsunami diperkirakan 0,5 hingga 3 meter," kata Faisal.
Hasil observasi muka air laut, menurut Faisal, menunjukkan tsunami terdeteksi di tiga lokasi:
Di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0,3 meter.
Di Bitung pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0,2 meter.
Di Minahasa Utara pada pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0,75 meter.





