Manado: Personel TNI dan Polri disiagakan ke lokasi-lokasi terdampak gempa bumi di Sulawesi Utara (Sulut). Mereka juga turut melakukan evakuasi dan pembersihan material.
"Anggota sudah mulai melakukan pembersihan puing-puing bangunan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, wali kota, dan stakeholder terkait. Bantuan juga akan segera disalurkan," kata Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI Susilo Martopo Turnip, kepada Metro TV, Kamis, 2 April 2026.
Korem 131/Santiago mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Antisipasi terhadap kemungkinan adanya gempa susulan menjadi prioritas utama saat ini.
Baca Juga :
Dua Warga Manado Jadi Korban Gempa Sulut-Malut"Kita mengimbau kepada masyarakat tetap waspada karena kita menganytisipasi gempa susulan," ujar Susilo.
Susilo juga mengonfirmasi adanya satu korban jiwa akibat reruntuhan bangunan di kawasan olahraga. Sayap bangunan di Hall B Lapangan Basket Gedung KONI Manado dilaporkan runtuh dan menimpa warga.
"Ada korban satu orang meninggal dunia, seorang ibu berusia 69 tahun. Saat ini jenazah sudah berada di RS Bhayangkara," ungkapnya.
Selain korban meninggal, tercatat dua warga lainnya mengalami luka-luka. "Satu orang laki-laki terkena paku, dan satu lagi tertimpa reruntuhan kayu. Saat ini sudah dalam penanganan," tambahnya.
Ilustrasi gempa. (Metrotvnews.com)
Di Kota Manado, dilaporkan tembok pembatas di Terminal Malalayang roboh akibat guncangan hebat. Sementara itu, kerusakan rumah tinggal juga teridentifikasi di dua wilayah lainnya, yakni masing-masing satu unit rumah rusak di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa.
Terkait potensi tsunami, ia membenarkan sempat terjadi kenaikan air laut dalam skala sangat kecil. "Hanya di Bitung ada sedikit tsunami kecil setinggi 0,2 meter, tepatnya di daerah Lembeh dan Minun. Namun, sampai saat ini situasi aman dan tidak ada tsunami besar," jelasnya.




