Prabowo Bertemu Presiden Korea Selatan, Proyek Jet Tempur KF-21 Digenjot

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia akan menggenjot proyek kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan dalam pengembangan jet tempur KF-21 Boramae atau KFX/IFX. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dalam kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan dan pertemuan dengan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung, dibahas terkait pengembangan proyek tersebut.

"Dalam pertemuan bilateral, salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IFX, dan Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik itu yang sifatnya technical maupun engineering," kata Airlangga usai menghadiri forum 'Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth' pada Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, akan terdapat pembayaran proyek secara baru. Sebab, proyek ini sudah mulai dibahas sejak era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan kemudian dilanjutkan Presiden RI ke-7 Joko Widodo. 

"Dan memang ada isu-isu teknis terkait dengan spesifikasi dan yang lain, tetapi harapannya ini akan diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana," ujar Airlangga.

Pada akhir tahun lalu, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung, di sela agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025, Prabowo pun menyinggung keberlanjutan kerja sama dalam proyek pesawat tempur KF-21 Boramae.

“Kerja sama pertahanan dengan Korea telah berjalan baik, dan kami ingin terus melanjutkan serta membahas tindak lanjut dari proyek KF-21. Negosiasi masih berlangsung, dan tentu hal ini berkaitan dengan aspek ekonomi, harga, serta skema pembiayaan,” ujar Prabowo. 

Prabowo menegaskan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu mitra strategis utama Indonesia di kawasan Asia Timur, terutama dalam pengembangan industri dan teknologi. 

Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, total investasi dalam proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae mencapai 8,1 triliun won atau Rp93 triliun (asumsi kurs Rp11,5 per won). 

Dalam kontrak kerja sama pembuatan KFX/IFX, pemerintah Korsel menanggung 60% pembiayaan dan sisanya dibagi rata (cost share) antara Indonesia dan Korea Aerospace Industry (KAI) masing-masing 20%. Dengan demikian, jumlah cost share yang harus dibayar oleh Pemerintah Indonesia berkisar Rp24,8 triliun. 

Sementara, spesifikasi jet tempur yang disepakati kedua negara, yaitu pesawat tempur generasi 4,5 dengan kemampuan, antara lain semi-stealth, smart avionics with sensor fusion, beyond and within visual range weapon system, highly manuverable, dan interoperability concept.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hemat Energi, Listrik Gedung Nusantara DPR Dipadamkan Mulai Sore Hari
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo dan Presiden Korea Selatan Tingkatkan Kerja Sama Strategis
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gempa magnitudo 7,6 sangat terasa di Manado
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Aliyah Mustika Ilham Sambut Positif Kejurnas Pushbike di Makassar
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Kepala BP BUMN Kumpulkan Direksi Pos Indonesia sampai Bos Himbara, Ini yang Dibahas
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.