Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) secara serius mempertimbangkan potensi pengunduran diri AS dari Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Pernyataan yang ia sampaikan pada media Inggirs, The Telegraph, itu juga menyebutkan alasan pertimbangannya yakni keengganan beberapa anggota negara organisasi tersebut dalam mendukungnya melawan Iran.
“Oh, ya, saya ingin mengatakan bahwa (itu) sudah jauh kami pertimbangkan lagi,” ungkap Trump pada Rabu (1/4/2026).
Dilansir dari Antara, dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya selalu memandang NATO sebagai “macan kertas”, yang berarti organisasi yang terlihat kuat tetapi sebenarnya lemah. Kepemimpinan Rusia sejalan dengan pernyataan Trump tersebut.
Sebelumnya, Trump juga sempat melayangkan kritikan kepada negara-negara yang tergabung dalam NATO dengan menyebut mereka tidak melakukan apapun untuk membantu AS melawan Iran.
Sejumlah negara Eropa menolak ajakan Trump dengan dalih konfliknya terhadap Iran merupakan imbas dari kebijakannya sendiri tanpa berkoordinasi dengan negara sekutu.
Ia juga berulang kali menyatakan bahwa AS tidak membutuhkan NATO, dengan mengatakan sikap aliansi tersebut sebagai kesalahan yang sangat bodoh.
Hal ini bukan menjadi yang pertama, karena pada masa jabatan sebelumnya ia juga sering meremehkan peran NATO sebagai aliansi militer.(ant/vve/kir/ipg)




