Saham emiten minyak dan gas (migas) serta batu bara rebound pada Kamis (2/4/2026) pagi.
IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) serta batu bara rebound pada Kamis (2/4/2026) pagi, melawan pergerakan pasar secara umum seiring kenaikan harga energi global yang dipicu memanasnya konflik Timur Tengah.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.51 WIB, saham migas PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) melonjak 9,47 persen ke Rp208 per unit, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 5,79 persen ke Rp1.645 per unit, PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menguat 3,10 persen.
Kemudian, saham PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik 2,38 persen, PT Elnusa Tbk (ELSA) bertambah 2,11 persen, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik 1,71 persen, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 1,19 persen.
Selanjutnya , saham batu bara utama juga bergerak naik, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 3,30 persen, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 3,29 persen, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 3,21 persen, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bertambah 0,34 persen, dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) naik 0,33 persen.
Berbeda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,17 persen ke level 7.099 usai melonjak 1,93 persen sehari sebelumnya, masih dalam tren penurunan sejak akhir Januari lalu di tengah isu investabilitas MSCI hingga kecamuk perang Iran.
Sementara di pasar energi, harga minyak naik di sesi Asia pada Kamis (2/4) pagi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal serangan militer lanjutan terhadap Iran, yang kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut melemahkan selera terhadap aset berisiko dan menyeret bursa saham Asia.
Dalam pidato utama pada jam tayang utama, Trump mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, “AS akan menghantam mereka sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada.”
Trump juga menyebut perang tersebut sebagai investasi bagi masa depan warga Amerika dan mengisyaratkan operasi militer AS dapat berakhir dalam waktu sekitar satu bulan.
Trump turut menyatakan, negara-negara sekutu yang bergantung pada minyak Timur Tengah yang melintasi Selat Hormuz, yang secara efektif telah ditutup Iran, “sebaiknya datang ke selat itu, ambil saja, lindungi, dan gunakan untuk kepentingan mereka sendiri.”
Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,6 persen menjadi USD103,80 per barel, berbalik dari penurunan sebelumnya hingga 2,6 persen. Sementara itu, kontrak minyak mentah Brent melonjak 4,5 persen menjadi USD105,71 per barel.
“Tanpa agenda yang terkonfirmasi, pelaku pasar harus memperhitungkan berbagai kemungkinan hasil, mulai dari reli aset berisiko hingga pergerakan risk-off yang lebih dalam,” ujar Analis Senior StoneX Matt Simpson dalam komentarnya sebelum pidato Trump.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol memperingatkan bahwa sejumlah negara dapat menghadapi pembatasan energi seiring guncangan pasokan minyak sepanjang bulan ini yang semakin intens.
Sementara itu, persediaan minyak mentah AS naik 5,5 juta barel menjadi 461,6 juta barel pada pekan lalu, jauh di atas perkiraan pasar. (Aldo Fernando)





