Ada Potensi El Nino Ekstrem, Kementan Minta Petani Optimalkan Pompa Air

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pemanfaatan pompa air secara maksimal menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Ada Potensi El Nino Ekstrem, Kementan Minta Petani Optimalkan Pompa Air. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta petani di berbagai daerah mengoptimalkan penggunaan pompa air guna menghadapi potensi El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, mengatakan pemanfaatan pompa air secara maksimal menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Baca Juga:
Badan Cuaca Dunia Prediksi El Nino Terbentuk pada Paruh Kedua 2026

“Optimalkan pemanfaatan pompa yang sudah ada. Pastikan sumber air disiapkan, saluran diperbaiki, dan distribusi air diatur dengan baik. Ini kunci agar lahan tetap produktif meskipun tekanan iklim meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (2/4/2026).

Dia menyebutkan, sejak 2023 hingga 2025 pemerintah telah menyalurkan 80.158 unit pompa air kepada kelompok tani di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut dinilai sebagai aset strategis untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat perubahan iklim.

Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Stok Cadangan Pangan di Tengah Fenomena Godzilla El Nino

“Pemerintah sejak 2023 hingga 2025 telah menyalurkan sebanyak 80.158 unit pompa air kepada kelompok tani di seluruh Indonesia. Ini adalah aset strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghadapi potensi kekeringan,” ujarnya.

Andi menambahkan, pompa air yang diberikan melalui bantuan pemerintah bukan sekadar bantuan sosial, tetapi instrumen produksi yang harus dijaga serta digunakan secara kolektif oleh petani.

Baca Juga:
Mentan Amran Jamin Harga Pangan Stabil di Tengah Ancaman El Nino 

Selain optimalisasi pompa air, Kementan juga mengimbau petani dan pemerintah daerah mulai melakukan langkah antisipatif lain, seperti mengidentifikasi sumber air, memperbaiki galengan, mengatur pola tanam, serta menerapkan pergiliran distribusi air secara efektif.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi pelajaran penting dalam menyusun strategi saat ini.

Saat itu, pemerintah sempat memperkirakan kebutuhan impor beras hingga 10 juta ton akibat ancaman kekeringan. Namun melalui percepatan pompanisasi, perbaikan irigasi, dan optimalisasi lahan, impor beras berhasil ditekan menjadi sekitar 3 juta ton.

“Dulu tahun 2023 itu ada El Nino juga yang tidak kalah kerasnya, dahsyatnya. Rencana waktu itu saya masih ingat dalam Ratas kita mau impor beras 10 juta ton. Tapi dengan kerja keras, paralel, sambil kita kerja keras mengantisipasi El Nino, kita melakukan pompanisasi, irigasi, oplah, itu kita berhasil menekan impor hanya sekitar 3 juta ton,” ujar Amran.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggaran Tertunda, Taiwan Kian Dibayangi Ancaman Serangan dari China
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IRGC Iran Ancam Serang 18 Raksasa Teknologi AS termasuk Apple dan Google
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polisi Bongkar Narkoba di Jakpus, 1 Kg Sabu dan Seribuan Ekstasi Disita
• 8 jam laludetik.com
thumb
BP BUMN perkuat transformasi holding pelabuhan nasional
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Tekan Tingkat Pengangguran, Kemendagri Perkuat Sinergi dengan Pemda
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.