TERNATE, KOMPAS.TV - Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda mengajak masyarakat kembali beraktivitas dengan tetap mengedepankan keselamatan pasca-gempa magnitudo 7,6 yang berpusat di 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/4/2026) pagi.
Sherly menyampaikan rasa syukur karena peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa mengguncang, sudah dicabut.
“Puji syukur, berdasarkan informasi resmi, peringatan tsunami telah berakhir. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali beraktivitas secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” kata dia di Ternate, Kamis, seperti dikutip Antara.
Berakhirnya peringatan dini tsunami disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) usai melakukan pemantauan intensif dan analisis data terbaru terkait aktivitas gempa tersebut.
Baca Juga: Gempa Sulut dan Malut: BMKG Catat 29 Gempa Susulan
Sebagai informasi, gempa dirasakan hingga sejumlah wilayah di Malut, seperti Ternate, Tidore Kepulauan, hingga Halmahera Barat.
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut secara spontan melakukan evakuasi mandiri menuju daerah yang lebih tinggi.
Dengan dicabutnya status peringatan dini, masyarakat yang sebelumnya mengungsi kini diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Potensi gempa susulan masih mungkin terjadi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.
Sherly mengapresiasi masyarakat yang dinilai sigap dan disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah selama situasi darurat berlangsung.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- maluku utara
- gubernur maluku utara
- sherly tjoanda
- peringatan dini tsunami
- gempa malut
- gempa sulut





