Penulis: Rona Fajar
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sulawesi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.
Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto. Ia menjelaskan, penetapan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, telah dipastikan tidak mengalami kenaikan, sesuai informasi yang disampaikan oleh Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Maret lalu.
“Sesuai keputusan pemerintah, harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, untuk wilayah Sulawesi Tenggara tidak mengalami kenaikan,” ujar Lilik Hardiyanto, Kamis, 2 April 2026.
Meski harga BBM relatif seragam di Sulawesi Tenggara, secara nasional terdapat perbedaan harga yang dipengaruhi oleh faktor distribusi, logistik, dan kondisi geografis.
Lilik menambahkan, stok BBM di Sulawesi Tenggara dalam kondisi aman. Pertamina terus memantau stok di daerah lain untuk memastikan ketersediaan BBM tetap cukup, sehingga distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan penimbunan.
“Penimbunan BBM sangat berisiko terhadap keselamatan dan lingkungan. Selain itu, penyalahgunaan BBM yang tidak sesuai ketentuan dapat dikenakan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk konsekuensi hukum pidana,” jelas Lilik.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau menemukan indikasi pelanggaran, Pertamina menyediakan layanan pengaduan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.
Editor: Redaksi TVRINews





