Mangayubagya 80 taun yuswa dalem Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atau peringatan ulang tahun ke-80 Sri Sultan digelar oleh Nayantaka, paguyuban lurah, pamong, dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), melalui kirab hasil bumi.
Kirab digelar dari Titik Nol menuju Pagelaran Keraton Yogyakarta. Hasil bumi dari 438 kalurahan di DIY kemudian diserahkan kepada Sri Sultan. Selanjutnya, oleh Sri Sultan, hasil bumi tersebut diserahkan kepada wali kota dan bupati untuk dibagikan kepada masyarakat.
Pantauan kumparan, hasil bumi itu dibawa menggunakan berbagai wadah hingga dibentuk menjadi gunungan. Ada gunungan berisi sayuran seperti terong, cabai, jagung, timun, hingga tomat.
Ada pula gunungan yang berisi penuh bawang merah hingga gunungan bakpia.
Selain itu, terdapat pula buah-buahan seperti pepaya, kelapa, pisang, nanas, hingga buah naga.
“Ini kan saya kembalikan untuk mereka lagi, untuk masyarakat. Makanya saya serahkan secara simbolik kepada Pak bupati dan wali kota dengan harapan mereka bisa dibagi rata agar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Sri Sultan usai acara.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan dirinya dan masyarakat turut berbahagia atas ulang tahun Sri Sultan.
“Semoga Ngarso Dalem senantiasa diberikan kesehatan, panjang umur, dan lestari, ngayomi masyarakat Ngayogyakarta,” kata Halim.
Halim, mewakili para bupati dan wali kota, berharap Sri Sultan bisa terus memberikan bimbingan.
“Bimbingan, arahan kepada kami para bupati dan wali kota sehingga Ngarso Dalem memimpin DIY ini dapat terus memberikan kemanfaatan yang makin nyata, makin besar. Kami para pembantu beliau bisa turut mendukung dengan memberikan kinerja yang lebih baik,” jelasnya.
Lurah Banjaroyo, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Pius Cahyo, menyebut ada 17 orang dari kalurahannya yang ikut kirab budaya. Mereka membawa pisang, durian, hingga petai.
“Ini ada durian, petai, pisang juga. Dari Banjaroyo,” kata Pius.
Lurah Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo, Susanto mengatakan kalurahannya hari ini membawa hasil olahan masyarakat.
“Ada makanan slondok, pisang, jagung, lele asap. Tempat kami budidaya lele itu tinggi,” kata Susanto.
Lurah Karangwun, Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Supardi, membawa produk UMKM seperti rengginang, peyek, jenang, dan krecek.
“Hasil bumi ada palawija, ketela, dan sebagainya,” ujar Supardi.





