Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) berharap agar pemerintah Indonesia memanfaatkan dinamika global sebagai peluang untuk menarik relokasi industri ke dalam negeri. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia dan konflik geopolitik, banyak perusahaan internasional mulai melakukan diversifikasi rantai pasok (supply chain diversification).
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Akhmad Ma'ruf Maulana, menilai Indonesia harus mampu menangkap peluang tersebut dengan memastikan kesiapan kawasan industri yang kompetitif, didukung oleh infrastruktur yang memadai, kepastian regulasi, serta proses perizinan yang cepat dan efisien.
"Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat realisasi investasi nasional, termasuk melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) De-Bottlenecking yang bertujuan untuk menghilangkan berbagai hambatan investasi di Indonesia. HKI menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah strategis Presiden Prabowo Subianto tersebut," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Menurut dia, kehadiran Satgas ini dapat menjadi katalis dalam menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif, sehingga mampu meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global. Selama ini, pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterlambatan administratif hingga praktik-praktik yang merugikan investor.
Selain itu, HKI juga menilai momentum global ini juga harus dimanfaatkan untuk melakukan reformasi struktural, khususnya dalam mengatasi berbagai hambatan investasi di tingkat daerah. Dalam praktiknya, masih ditemukan sejumlah kendala seperti perizinan yang berbelit dan tidak sinkron antar instansi, keterlambatan pelayanan administratif, ketidakpastian tata ruang, hingga munculnya praktik-praktik yang merugikan investor.
Ma'ruf menyebut, permasalahan-permasalahan tersebut cenderung berulang dari tahun ke tahun, sehingga perlu diselesaikan secara sistematis dan konsisten. Dia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam implementasi kebijakan investasi.
“Dalam proses investasi yang perlu menjadi perhatian dan penyempurnaan bersama, guna menjaga persepsi dan kepercayaan investor. Hal tersebut diharapkan dapat terus dibenahi melalui upaya bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Maruf juga menyampaikan bahwa Indonesia harus mengubah cara pandang dalam menghadapi ketidakpastian global, harus lebih proaktif dan agile. HKI juga menegaskan terus bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut.
“Di tengah berbagai hambatan, selalu ada peluang. Kondisi geopolitik saat ini harus kita jadikan momentum untuk berbenah diri sekaligus mempercepat langkah dalam menarik investasi global. Kuncinya adalah kecepatan eksekusi, kepastian regulasi, dan keberanian membereskan hambatan di lapangan, khususnya di daerah," tambahnya.





