Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa rentetan serangan udara Israel menghantam area pinggiran selatan Beirut dan sebuah kota di dekatnya hingga menewaskan sedikitnya tujuh orang. Salah satu yang tewas diidentifikasi sebagai seorang komandan senior kelompok Hizbullah.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah setelah Hizbullah, kelompok militan yang didukung Iran, melancarkan serangan roket terhadap Israel pada 2 Maret lalu. Serangan itu diklaim Hizbullah sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel.
Tel Aviv membalas dengan gelombang serangan udara dan melancarkan serangan darat ke area perbatasan Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (2/4/2026), mengatakan bahwa serangan udara Israel menghantam area Jnah, Beirut bagian selatan, hingga menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 21 orang lainnya.
Sumber keamanan Lebanon menyebut empat mobil yang diparkir ikut terkena serangan itu.
Satu serangan lainnya, sebut Kementerian Kesehatan Lebanon, menghantam sebuah kendaraan di area Khaldeh, tepat di selatan Beirut, hingga menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai tiga orang lainnya.
Dalam pernyataan terpisah, seorang sumber keamanan Lebanon dan seorang sumber Hizbullah menuturkan kepada AFP bahwa seorang komandan senior Hizbullah yang bernama Youssef Hashem tewas dalam serangan Israel di area Beirut pada Rabu (1/4).
(nvc/idh)





