REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Seorang dokter Andito Mohammad Wibisono (26 tahun) meninggal dunia diduga karena terkena penyakit campak saat bertugas internship di salah satu rumah sakit di Cianjur, Kamis (26/3/2026). DPRD Kabupaten Cianjur menyampaikan belasungkawa dan meminta agar program internship dilakukan evaluasi.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Metty Triantika merasa prihatin atas kejadian dokter muda peserta program internship meninggal dunia di wilayah Cianjur. Ia menilai peristiwa itu harus menjadi perhatian serius pemangku kepentingan untuk memastikan sistem penugasan tenaga medis muda berjalan dengan aman dan manusiawi. “Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Dokter muda adalah aset bangsa yang harus dijaga, baik dari sisi profesional maupun keselamatan kerja mereka,” ucap dia belum lama ini. Bendahara Umum DPD Partai Golkar Jabar ini menegaskan evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap program internship yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan. Terutama menyangkut standar beban kerja, jam tugas, serta dukungan fasilitas yang diterima peserta program. .rec-desc {padding: 7px !important;} Metty menambahkan DPRD Cianjur akan mendorong adanya langkah konkret untuk memastikan perlindungan terhadap tenaga kesehatan. Termasuk dokter muda yang tengah menjalani masa pengabdian di daerah. “Jangan sampai kejadian ini terulang. Sistem harus hadir memberikan rasa aman dan keadilan bagi mereka yang berada di garis depan pelayanan kesehatan,” kata dia.