TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Genangan air setinggi sekitar 40 sentimeter (cm) merendam lapangan SMAN 4 Tangerang Selatan yang berada di Kompleks Pertamina, Ciputat Timur, Kamis (2/4/2026).
Humas SMAN 4 Tangerang Selatan, Siti Rukiyah, mengatakan genangan tersebut telah terjadi sejak Desember 2025 dan belum juga surut sampai saat ini.
"Karena ya emang lapangannya begini kan dan udah tergenang kurang lebih empat bulan," ujar Siti Rukiyah saat ditemui Kompas.com, Kamis.
Baca juga: Kesaksian Warga soal Ledakan SPBE Cimuning: Cium Bau Gas, Motor Melintas, lalu Meledak
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, air menggenangi seluruh area lapangan seluas sekitar 300 meter persegi.
KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi genangan air di SMAN 4 Tangsel yang sudah hampir setara dengab ruang kelas, Kamis (2/4/2026).
Kondisi ini membuat siswa dan guru tidak dapat melakukan berbagai aktivitas di lapangan, di antaranya olahraga maupun upacara bendera setiap Senin.
Ketinggian air bahkan hampir setara dengan lantai ruang kelas, terutama di area kelas X.
Air yang menggenang tampak berwarna hijau pekat dan tidak mengalir. Di beberapa bagian, permukaan lapangan juga ditumbuhi lumut, menandakan genangan telah berlangsung cukup lama.
Sesekali tercium bau amis dari genangan tersebut, yang diketahui berasal dari ikan-ikan kecil yang berenang di dalamnya.
Siti menyebut, kondisi ini kerap mengganggu kegiatan belajar mengajar, terutama saat sekolah menggelar aktivitas di luar ruangan.
Ia menambahkan, sejak lapangan tergenang, pihak sekolah hampir tidak pernah lagi menggelar upacara bendera.
Baca juga: Sudin LH Jakut Sebut TPS Kolong Tol Tanjung Priok Ilegal
"Terakhir kita upacara di Januari. Memang selama Januari sampai bulan ini kita enggak pernah melaksanakan upacara bendera," kata dia.
KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi lapangan SMAN 4 Tangsel yang tergenang air seluas sekitar 300 meter per segi, Kamis (2/4/2026).
Selain tidak bisa upacara, aktivitas olahraga, yakni futsal, basket, voli, dan senam, sama sekali sudah tidak bisa dilakukan akibat adanya genangan air.
Menurut Siti, genangan air tersebut juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan karena tidak mengalir dan dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
"Bau, kemudian berlumut, khawatirnya anak-anak jatuh dan bahaya di anak-anak. Udah gitu kan ngeri juga, termasuknya jentik nyamuk lama-lama kan jadi penyakit," jelas dia.
Kondisi tersebut, kata Siti, sudah beberapa kali disampaikan dan dikeluhkan dengan pihak terkait, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.