Korban Kebakaran Gudang Gas Elpiji di Bekasi 14 Orang, 1 Orang Kritis

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk LPG (elpiji) (SPBE) atau gudang gas elpiji di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi sejak Rabu (1/4) malam dan berhasil dipadamkan pada Kamis (2/4) dini hari.

Jumlah korban hingga Kamis pagi berjumlah 14 orang, terdiri dari 5 pegawai SPBE dan 9 warga sekitar.

Korban Luka Bakar 30-90 Persen

Para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari 30 persen hingga lebih dari 90 persen. Seluruhnya kini menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di kota dan kabupaten Bekasi.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan kondisi korban cukup memprihatinkan karena sebagian besar mengalami luka bakar serius akibat ledakan yang terjadi secara tiba-tiba.

“Total ada 14 korban dengan luka bakar mulai dari 30 persen, 40 persen, 60 persen hingga ada yang lebih dari 90 persen. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit dan ada yang dalam kondisi kritis,” ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis (2/4).

Ia menjelaskan, sebagian korban merupakan petugas keamanan dan pekerja SPBE yang sedang bertugas saat ledakan terjadi. Sementara warga menjadi korban karena berada di sekitar lokasi saat api dan ledakan muncul.

“Ini murni kecelakaan. Ada petugas keamanan yang cukup parah hingga 92 persen, ada juga warga yang kebetulan melintas lalu terkena ledakan,” katanya.

Saat ini, lokasi SPBE masih disterilkan dan menjadi pusat penyelidikan aparat kepolisian serta tim laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kebakaran.

Pemerintah Kota Bekasi juga meminta doa masyarakat agar seluruh korban dapat melewati masa kritis dan segera pulih.

1 Korban Kritis

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM., MARS, menyatakan bahwa pihak rumah sakit saat ini fokus memberikan penanganan medis maksimal agar para korban dapat melewati masa kritis.

Ia menjelaskan, sejak peristiwa ledakan terjadi hingga Kamis (2/4), RSUD CAM menerima enam korban. Dua korban telah diperbolehkan pulang, satu korban dirujuk ke rumah sakit lain atas permintaan keluarga, dan tiga korban masih menjalani perawatan intensif.

Menurutnya, satu korban mengalami luka bakar di atas 65 persen dan dirawat di ruang isolasi karena kondisinya cukup berat, masuk zona merah. Sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar sekitar 30 persen dan dirawat di ruang perawatan khusus luka bakar.

“Total yang datang ke RSUD ada enam orang, dua sudah pulang, satu dirujuk, dan tiga masih dirawat. Satu korban luka bakar sekitar 65 persen dan dalam kondisi serius, sementara dua lainnya sekitar 30 persen,” ujar Ellya Niken.

Pihak RSUD CAM juga telah menyiapkan ruang tambahan untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan korban rujukan dari rumah sakit lain. Sedikitnya empat tempat tidur disiapkan dalam satu ruangan khusus agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat jika ada pasien baru.

Ellya menegaskan, penanganan luka bakar tidak hanya berfokus pada kerusakan kulit, tetapi juga pada kondisi organ tubuh lain yang bisa terdampak akibat luka bakar luas. Stabilitas hemodinamika pasien menjadi prioritas utama tim medis agar kondisi korban tidak semakin memburuk.

“Luka bakar luas bisa berdampak pada organ tubuh dan kondisi hemodinamika pasien. Jadi yang kami utamakan adalah penyelamatan kondisi daruratnya terlebih dahulu, baru penanganan lanjutan,” jelasnya.

RSUD CAM juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal. Jika diperlukan penanganan lanjutan dengan fasilitas lebih lengkap, rumah sakit akan merujuk korban ke rumah sakit tipe A.

Sementara itu, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Ahmad Fauzan mengatakan lima korban yang merupakan pegawai SPBE terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan akan mendapatkan perlindungan penuh. Seluruh biaya ditanggung BPJS.

"Lima pekerja yang menjadi korban akan ditanggung BPJS karena masuk kategori kecelakaan kerja, sedangkan sembilan warga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” katanya.

Pertamina Investigasi

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) menyampaikan permohonan maaf atas insiden kebakaran yang melanda SPBE PT Indogas Andalan Kita di Bekasi pada Rabu (1/4) malam.

Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan damkar.

"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memohon maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026," kata Susanto lewat keterangannya, Kamis (2/4).

"Pertamina Patra Niaga Regional RJBB dan pihak SPBE langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan tim damkar setempat," sambungnya.

Pertamina akan melakukan investigasi bersama aparat penegak hukum. Selain itu, saat ini Pertamina fokus pada penanganan kebakaran dan korban yang terdampak.

"⁠Penyebab insiden akan segera diinvestigasi bersama aparat berwenang. Saat ini kami fokus pada penanganan kebakaran, keselamatan masyarakat sekitar, serta pekerja SPBE," jelasnya.

Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga RJBB juga memastikan insiden tersebut tidak akan mengganggu pasokan LPG kepada masyarakat. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi wilayah tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laksdya TNI Edwin Rajo Mangkuto Resmi Dilantik sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Laut
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Harga BBM di Papua Tetap Stabil per 1 April 2026, Pertamina Jamin Stok Aman dan Distribusi Lancar
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Heboh! Warga Jembrana Temukan 8 Karung Limbah Beracun di Pinggir Jalan | BERUT
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa M7,6, Warga Manado: Tiang Listrik Bergoyang
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Hebat! 57 Siswa Athirah Diterima di Kampus Unggulan Dalam dan Luar Negeri
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.