Pantau - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi menyebabkan plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, runtuh.
Plafon Runtuh Saat Persiapan IbadahKoordinator Bidang Aset dan Pembangunan gereja Guido Merung mengatakan kejadian tersebut terjadi saat persiapan ibadah Kamis Putih.
"Kami memang sementara mempersiapkan untuk ibadah Kamis Putih pada sebentar malam jam 20.00 Wita," ujarnya.
Ia menjelaskan material plafon gipsum yang jatuh berada di bagian tengah gereja, tepat di atas bangku jemaat.
"Jadi hanya gipsum plafon yang jatuh, sementara rangkanya masih utuh. Tapi sudah dibersihkan," katanya.
Ia memastikan bagian plafon di atas altar tetap aman dan tidak terdampak.
Ibadah Tetap Berjalan dan Imbauan WaspadaPihak gereja memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah.
"Kami memperkirakan gereja ini bisa menampung sebanyak 800 umat yang beribadah. Karena itu, kami tetap berharap umat berhati-hati dan terus memantau informasi terpercaya dari BMKG," ujarnya.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung pada kedalaman 33 kilometer.
BMKG sebelumnya menyatakan gempa tidak lagi berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan dampak lanjutan.




