Program GAVI 2026 Digenjot, PKK Sulsel Targetkan Penurunan Anak Zero Dose

terkini.id
4 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tim Penggerak PKK Pusat, serta Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka anak tanpa imunisasi (zero dose) melalui kegiatan penguatan sosialisasi dan mobilisasi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Hibah GAVI TA Tahun 2026 yang dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Gowa.

Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa ditetapkan sebagai lokus prioritas dengan jumlah anak zero dose mencapai 5.787 anak, dengan target intervensi minimal 2.894 anak.

Program ini dilaksanakan mulai Maret hingga minggu kedua Mei 2026, yang meliputi tahapan koordinasi, sosialisasi, intervensi imunisasi, serta monitoring dan evaluasi.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak atas layanan kesehatan dasar, khususnya imunisasi.

“Program ini adalah langkah konkret untuk memastikan tidak ada anak di Sulawesi Selatan yang tertinggal dari layanan imunisasi. Kita ingin seluruh anak tumbuh sehat dan terlindungi sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua terkait manfaat imunisasi, termasuk pemahaman mengenai kandungan dan keamanan vaksin, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Edukasi kepada orang tua sangat penting, agar mereka memahami manfaat dan kandungan dalam imunisasi, sehingga tidak timbul keraguan atau persepsi yang keliru. Dengan demikian, anak-anak dapat memperoleh imunisasi secara lengkap, dan kita berharap target capaian dapat terus meningkat bahkan mendekati 100 persen,” tambahnya.

Peran Tim Penggerak PKK dinilai sangat strategis dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga melalui jaringan kader dan dasa wisma.

“PKK memiliki kekuatan dalam mobilisasi masyarakat. Melalui kader hingga dasa wisma, kita dapat memastikan edukasi dan intervensi imunisasi menjangkau langsung keluarga sasaran,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, intervensi program ini didukung oleh 21 puskesmas lokus, yang terdiri dari 8 puskesmas di wilayah dataran tinggi dan 13 puskesmas di wilayah dataran rendah. Selain itu, terdapat 699 posyandu yang tersebar di 163 desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan target penurunan angka anak zero dose dapat tercapai secara optimal serta mendukung terwujudnya generasi Sulawesi Selatan yang sehat, kuat, dan berkualitas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menaker: Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH, Bisa Ikuti ASN di Jumat
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Serangan Terlihat di Dekat Kantor Eks Kedubes AS di Teheran | SAPA SIANG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Luna Maya Ungkap Alasan Hiatus, Tak Mau Ambil Film dengan Durasi Panjang Lagi, Ternyata Karena Ini!
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Polri: Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa karena jadi Brand Ambassador PT DSI
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kantor Wali Kota hingga BPBD Bitung Rusak Akibat Gempa M 7,6
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.