BPBD Malut Sebut Ratusan Warga Mengungsi Akibat Gempa

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Kepala BPBD Maluku Utara Fehby Alting melaporkan sejumlah wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang kawasan Malut dan sekitarnya, Kamis, 2 April 2026.

Wilayah terdampak meliputi Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, hingga Halmahera Selatan.

Fehby menjelaskan pihaknya langsung menindaklanjuti rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan mengeluarkan imbauan peringatan dini tsunami melalui pemerintah provinsi sesuai prosedur tetap.

“Setelah BMKG menyatakan peringatan dini tsunami berakhir, kami juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan BMKG,” ujar Fehby dalam Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Bumi M7,6 Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026.

Berdasarkan data sementara, kerusakan cukup signifikan terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Ternate.

Di Kecamatan Batang Dua, tercatat 5 rumah rusak berat dan 18 rumah rusak ringan. Selain itu, tujuh rumah ibadah turut terdampak, dengan rincian empat gereja rusak ringan, satu rusak sedang, dan dua rusak berat.

Kerusakan juga terjadi di wilayah lain di Ternate, antara lain satu rumah rusak berat di Kecamatan Ternate Selatan, serta masing-masing satu hingga dua rumah rusak ringan di Kecamatan Ternate Tengah dan Ternate Utara.

Di Kota Tidore Kepulauan, beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan di Kecamatan Oba Utara, Oba Tengah, dan Tidore Timur. Selain itu, satu fasilitas umum berupa pelabuhan speedboat di Kecamatan Tidore Utara juga mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, di Kabupaten Halmahera Barat, warga di sejumlah desa seperti di Kecamatan Jailolo dan Kecamatan Ibu dilaporkan sempat melakukan evakuasi mandiri ke dataran tinggi saat peringatan tsunami berlangsung.

Hal serupa terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya di Desa Yeke dan Wale, Kecamatan Weda Timur, di mana warga juga melakukan evakuasi mandiri saat gempa terjadi.

BPBD masih terus melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan, termasuk apakah warga telah kembali ke rumah masing-masing.

"Sehingga kami akan konfirmasi setelah berakhirnya peringatan dini tsunami, kami belum konfirmasi kembali apakah mereka sudah kembali ke rumah atau seperti apa, sementara akan kami laporkan perkembangan terkininya," ucap Fehby,

Selain permukiman, satu fasilitas umum milik pemerintah provinsi, yakni Rumah Sakit Hasan Boesoirie di Ternate, juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Pihak rumah sakit sempat mengevakuasi sejumlah pasien dari bangunan lama sebagai langkah antisipasi.

Di sisi lain, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan pascagempa.

Gempa bermagnitudo 7,6 tersebut terjadi pada pukul 5.48 WIB, berpusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.

BMKG menjelaskan gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

"Selanjutnya kami akan tetap memantau dan meminta petunjuk dan arahan selanjutnya dalam rangka untuk penanganan bencana di Provinsi Maluku Utara," tutur Fehby.

Sebelumnya, gempa ini sempat berpotensi tsunami dengan status siaga di sejumlah wilayah, termasuk Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung, serta sebagian wilayah Minahasa. Sementara status waspada berlaku di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.

Hasil pemantauan juga mencatat adanya tsunami kecil di beberapa wilayah, seperti Halmahera Barat (0,30 meter), Bitung (0,20 meter), Sidangoli (0,35 meter), Minahasa Utara (0,75 meter), dan Belang (0,68 meter).

Meski status tsunami telah dicabut, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa susulan dan memastikan kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

BMKG bersama BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah terus berkoordinasi dalam pemantauan dan penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Bela Ramadhan Sananta, Samakan Perannya dengan Olivier Giroud Meski Tanpa Gol
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Stabilitas Harga Pangan Kunci Kendalikan Inflasi di Indonesia
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
KAI Ubah Operasi KA Serayu Akibat Longsor di Bandung Barat
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sumur Minyak Ilegal di Sumsel Kebakaran, Kendaraan Milik Warga Ikut Hangus
• 51 menit lalukompas.tv
thumb
Peristiwa 2 April: Dari Sunan Gunung Jati hingga Wabah Antraks di Rusia
• 14 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.