JAKARTA, DISWAY.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeteksi lebih dari 23 negara kini telah terpapar Covid-19 varian Cicada.
Varian Covid-19 Cicada ini terdeteksi di Afrika Selatan yang kemudian menyebar ke Amerika Serikat serta menjangkau kawasan Eropa.
Lonjakan kasus ini menjadi perhatian cukup serius terhadap dampaknya ke masalah kesehatan.
Epidemiologi dan Ahli Kesehatan Lingkungan, Dicky Budiman mengatakan Cicada berpotensi menyebar ke Indonesia.
BACA JUGA:Super Flu: Bukan Virus Baru Tapi Tetap Harus Waspada, Ini Kata Dokter
"Surveillance genomic-nya masih terbatas, ya tentu kita tidak bisa berbicara data spesifiknya, ya. Tapi kalau masuk ke Indonesia sudah sangat mungkin BA 3.2 ini atau bahkan menyebar." jelas Dicky, dikutip Kamis, 2 April 2026.
Ia juga menjelaskan, penyebaran Cicada dapat dilihat dari mobilitas internasional yang tinggi.
Lantas seperti apa itu Covid Cicada dan seperti apa gejalanya? Simak informasi lengkapnya berikut.
Tentang Covid CicadaCovid Cicada merupakan varian virus SARS-CoV-2 turunan Omicron dengan kode ilmiah BA.3.2.
Dari data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Covid Cicada pertama kali terdetteksi pada November 2024 di Afrika Selatan.
Mulanya, virus ini tidak terdeteksi secara luas namun sejak akhir 2025 hingga awal tahun 2026 kasus ini mulai meningkat dan menyebar di berbagai negara.
BACA JUGA:NTB Aktifkan Thermal Scanner Cegah Virus Nipah, Penumpang Tiba di Bandara Bakal Dicek Suhu
Varain covid ini juga merupakan turunan dari Omicron dengan jumlah mutasi yang sangat tinggi sekitar 70 hingga 75 mutasi pada bagian spike protein.
Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan varian JN.1 dan LP.8.1 yang hanya memiliki sekitar 30 hingga 40 mutasi.
Diketahui, varian ini telah ada sejak 2024 yang kemudian mengalami fase cryptic circulation sehingga tidak terdeteksi dalam periode tertentu.
- 1
- 2
- »





