EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pengguna di daratan Tiongkok menjadi sorotan setelah mempercayai rekomendasi penggunaan obat dari asisten AI Doubao, yang berujung pada kematian anjing peliharaannya. Kasus ini memicu perdebatan luas di kalangan netizen.
Menurut informasi yang beredar, seorang warganet mengunggah video yang menyatakan bahwa anjing peliharaannya mengalami masalah kesehatan, lalu ia berkonsultasi dengan Doubao.
AI tersebut menyarankan penggunaan obat “Xiao’er Anfen Huang Namin Granules” (mengandung parasetamol), dan menyebutkan bahwa “sepertiga sachet adalah dosis yang aman”.
Setelah mengikuti saran AI dan memberikan obat tersebut kepada anjingnya, hewan itu dengan cepat menunjukkan gejala keracunan. Meski sudah dibawa ke dokter, anjing tersebut akhirnya tidak tertolong dan mati.
Setelah kejadian, AI tersebut mengakui kesalahan dalam rekomendasinya dan meminta maaf kepada pengguna, serta menyarankan agar segera membawa hewan ke dokter hewan.
Saat ini, pengalaman pengguna tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, namun setelah tersebar di internet, langsung memicu diskusi besar.
Banyak Orang Terlalu Bergantung pada AIMenurut laporan yang beredar, saat ini banyak orang secara membabi buta mempercayai AI dan menjadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan, yang kemudian menimbulkan berbagai masalah.
Beberapa komentar netizen antara lain:
- “Belakangan ini soal saham, sering lihat orang mengeluh karena beli berdasarkan rekomendasi Doubao tapi malah rugi.”
- “Bahkan ada yang pakai AI untuk mengecek keaslian kosmetik.”
Banyak pengguna berbagi pengalaman bahwa AI, termasuk Doubao, sering memberikan informasi yang tidak akurat sehingga tidak boleh terlalu diandalkan:
- “Pernah pakai AI untuk menulis satu makalah, dia bisa mengarang banyak hal seolah-olah benar.”
- “Benar, bahkan referensi jurnalnya juga dia buat sendiri, tidak bisa ditemukan di database mana pun.”
- “Dia bisa mengarang isi makalah, bahkan hitungan pun bisa salah. Pernah bilang 6×6 = 24.”
Netizen lain juga mengatakan:
- “AI hanya menggabungkan informasi dari internet dan kadang asal bicara. Sumber datanya sudah ‘tercemar’.”
- “Saya hampir kena masalah saat mau beli motor bekas. Jawaban dari Doubao berbeda jauh dengan jawaban resmi kantor registrasi kendaraan. Untung saya cek langsung, kalau tidak kendaraan saya tidak bisa didaftarkan.”
- “AI memang bisa berbohong, malas, dan menyesatkan. Ini sudah lama dibahas sebelum digunakan luas. Jika kita tidak bisa membedakan kesalahannya, AI akan terus menyampaikan informasi salah. Baik AI lokal maupun ChatGPT sama saja, tetap harus dianalisis sendiri.”
Menurut informasi publik, Doubao adalah aplikasi AI yang diluncurkan oleh ByteDance pada Agustus 2023.
Laporan oleh Li Li, NTD Television





