Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) baru yang akan dibangun di Tambakwedi dan Rungkut Surabaya dengan harga di bawah Rp500 juta untuk Gen Z.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, pembangunan rusunami ini adalah solusi bagi pasangan Gen Z yang ingin punya hunian pribadi dengan harga terjangkau.
“Kita membuatkan rusunami untuk Gen Z yang baru menikah, terutama untuk ASN-ASN yang baru menikah dan itu orang Surabaya,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya populasi Gen Z di kota Surabaya sudah sangat tinggi, bahkan di tahun 2029 diprediksi akan mencapai 80 persen dari jumlah total. Karenanya, ia berharap rusunami baru ini bisa mengubah taraf hidup warga miskin di Kota Surabaya.
“Ketika yang hari ini ada (Gen Z) yang orang tuanya tinggal di rusunawa dan tidak bisa memiliki rumah, maka kami siapkan anak-anaknya yang kami kuliahkan sehingga bisa bekerja, mengubah nasib orang tuanya dan harapan kami bisa membeli rusunami ini. Sehingga mereka bisa mengubah kehidupannya,” harapnya.
Adapun beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi untuk bisa membeli rusunami itu, yaitu warga Kota Surabaya dan Gen Z yang berasal dari keluarga miskin.
“Karena nanti kita cek, dia termasuk warga kurang mampu atau tidak. Kemudian apakah dia termasuk Gen Z yang baru menikah dan memiliki rumah atau tidak? Jadi sejauh itu nanti yang akan kita lakukan,” ungkapnya.
Adapun fasilitas rusunami ini, berbeda dengan sebelumnya yang hanya memiliki satu kamar. Kali ini per unit akan memiliki dua kamar.
“Jadi rusunami ini bukan yang punya satu kamar, tapi unitnya yang ada dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak, jadi unitnya itu minimal dua kamar,” sebutnya.
Rusunami ini nanti juga akan dilengkapi lift, mirip seperti apartemen. Namun dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu di bawah Rp500 juta.
“Harganya insya Allah di bawah Rp500 juta. Ada yang Rp100 juta, ada yang Rp200 juta, dan ini masih kita hitung. Kalau diperlukan, nanti kita gunakan aset pemerintah kota untuk rumah tinggal warga Surabaya yang baru menikah,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Eri menjelaskan kalau rusunami itu akan dibangun oleh pihak swasta, sehingga bisa dibeli. Berbeda dengan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang dibangun pemkot, yang hanya bisa dengan sistem sewa.
“Setelah membeli dan yang merawat kan mereka (pemilik unit), kemudian bagaimana nanti mereka bersama menjaga dan merawat liftnya, di apartemen kan juga sama. Nah, kalau rusunawa kan yang membangun pemkot, yang menempati warga, yang memperbaiki pemkot,” tutupnya. (lta/bil/ham)



