NASA Kirim 4 Awak Manusia ke Bulan, Pertama Dalam 54 Tahun

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

NASA berhasil meluncurkan misi Artemis II, menandai misi berawak pertama ke sekitar bulan, sejak program Apollo berakhir pada 1972.

Roket Space Launch System (SLS) setinggi 322 kaki lepas landas pada Rabu (1/4) pukul 18:35 ET (22:35 GMT) dari Cape Canaveral, Florida, mengirimkan kapsul awak Orion dalam perjalanan selama 10 hari.

Meskipun Artemis II tidak akan mendarat di bulan. Wahana ini akan terbang dengan lintasan ‘pulang bebas’, yakni jalur strategis yang secara alami mengayunkan kapsul kembali ke Bumi tanpa memerlukan propulsi tambahan.

Wahana akan mengelilingi Bulan untuk membuktikan bahwa wahana antariksa itu dapat membawa awak dalam misi-misi mendatang. Rencananya, NASA akan mengirimkan awak yang bakal turun ke permukaan Bulan dengan Artemis IV pada 2028.

“Kita menyaksikan bulan terbit yang indah,” kata astronot NASA yang bertugas sebagai komandan misi Reid Wiseman, sekitar lima menit setelah peluncuran, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (2/4). “Kita menuju tepat ke arahnya.”

Keempat awak yang dikirim terdiri atas tiga astronot dan satu warga Kanada. Reid Wiseman (50 tahun), pilot Victor Glover (49 tahun), dan spesialis misi Christina Koch (47 tahun) merupakan veteran ekspedisi sains di orbit Bumi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Warga Kanada yang berpartisipasi yakni Jeremy Hansen (50 tahun), mantan pilot tempur. Kehadirannya mewakili kolaborasi internasional dalam eksplorasi ruang angkasa dalam.

Misi Artemis II yakni berhasil diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida, misi berawak pertama di luar orbit Bumi rendah dalam lebih dari 50 tahun.

Roket setinggi 32 lantai itu lepas landas pada sore hari di hadapan kerumunan besar yang berkumpul di dekat lokasi peluncuran. Awak roket kini sedang menjalankan misi yang akan membawa mereka mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi.

Peluncuran itu awalnya direncanakan pada 6 Februari, kemudian 6 Maret, hingga kebocoran hidrogen memaksa NASA untuk mengembalikan roket ke gedung perakitan kendaraannya untuk diperiksa.

Peluncuran juga awalnya dijadwalkan pada November 2024, tetapi NASA mengumumkan penundaan karena investigasi teknis, khususnya pada perisai panas Orion.

Jika misi berjalan sesuai rencana, kapsul itu diperkirakan mencapai bulan sekitar 6 April, hari keenam misi.

Kapsul Orion berawak kemudian akan terbang mengelilingi bulan, mencapai titik terdekatnya sebelum memulai perjalanan kembali ke Bumi, dengan pendaratan di laut diperkirakan pada 10 April.

Misi akan berlangsung sekitar 10 hari. Hari pertama dan kedua, para awak bakal menghabiskan satu hingga dua hari pertama mereka di orbit Bumi tinggi untuk melakukan pemeriksaan ekstensif pada sistem pesawat ruang angkasa.

Setelah pemeriksaan selesai, sistem propulsi Orion akan melakukan ‘injeksi translunar’.

Injeksi translunar adalah manuver penting yang dilakukan oleh sistem propulsi pesawat ruang angkasa Orion. Terjadi setelah awak menyelesaikan pemeriksaan sistem awal mereka di orbit Bumi tinggi, manuver ini mendorong pesawat ruang angkasa keluar dari orbit Bumi dan menempatkannya pada lintasan langsung menuju bulan.

Hari ketiga dan keempat, awak melakukan transit menuju bulan, sembari memantau sistem Orion. Pesawat ruang angkasa kemudian melewati bagian belakang bulan pada lintasan ‘kembali bebas’.

Hari kelima, Orion memasuki tarikan gravitasi bulan, yang menjadi lebih kuat daripada gravitasi Bumi.

Para astronot akan menghabiskan beberapa jam pertama hari itu untuk menguji pakaian antariksa mereka, termasuk berlatih seberapa cepat mereka dapat mengenakannya, memberi tekanan pada pakaian tersebut, dan mengencangkan sabuk pengaman di tempat duduk mereka.

Hari keenam, kru melakukan penerbangan lintas-bulan. Wahana antariksa mencapai titik terdekatnya, sekitar 6.450 sampai 9.650 kilometer di atas permukaan bulan.

Hari ketujuh dan kesembilan, Orion tetap berada pada lintasan pulang-pergi. Awak melakukan penelitian ilmiah di luar angkasa, termasuk pemantauan medis melalui program seperti ARCHER.

Pada hari terakhir, wahana kembali ke atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 40.230 kilometer per jam, dan mendarat di Samudera Pasifik.

Artemis III adalah misi selanjutnya dan saat ini direncanakan untuk 2027. Proses ini akan melibatkan pesawat ruang angkasa Orion yang berlabuh di orbit Bumi dengan setidaknya salah satu wahana pendarat bulan milik NASA, yaitu sistem Blue Moon milik Blue Origin atau Starship milik SpaceX.

Manuver tahun ini, bertujuan mendemonstrasikan bagaimana wahana pendarat akan menjemput astronot di orbit sebelum mengangkut mereka ke permukaan bulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Melonjak, Antam Tembus Rp3 Juta Per Gram
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Boom! Ledakan SPBE Bikin Langit Bekasi Merah: Api Sulit Dipadamkan
• 17 jam laludisway.id
thumb
Panitia Terbentuk, Golkar Sulsel Siap Musda
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Breaking News: Gempa Magnitudo 7,6 Sangat Terasa di Manado
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
8 Daerah Siaga Tsunami Imbas Gempa 7,6 M
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.