Pantau - Siprus memberikan dukungan penuh terhadap proses evakuasi prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah Pemerintah Siprus yang menawarkan bantuan konkret dalam penanganan prajurit TNI yang gugur maupun terluka saat bertugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyatakan bahwa dukungan tersebut mencakup fasilitas pemulangan jenazah hingga layanan medis bagi korban luka.
“Satu hal yang sangat kita hargai, mereka mengulurkan tangan. Kalau dibutuhkan, Nicosia bisa menjadi hub untuk memulangkan jenazah tiga prajurit kita yang gugur,” ungkap Utut usai pertemuan dengan Duta Besar Siprus untuk Indonesia di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah akibat memburuknya situasi keamanan di Lebanon selatan.
Peristiwa tersebut dipicu oleh ledakan di wilayah Bani Hayyan serta serangan proyektil di lokasi berbeda yang kini masih dalam proses investigasi oleh pihak PBB.
Selain korban jiwa, sejumlah prajurit lainnya juga mengalami luka-luka dalam rangkaian insiden tersebut.
Utut menegaskan bahwa Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan cepat dan optimal.
“Alhamdulillah, kita sedang mendiskusikan cara terbaik dan tercepat untuk memulangkan jenazah, serta menangani prajurit yang terluka,” tambahnya.
Ia juga menilai dukungan dari Siprus mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam konteks kerja sama kemanusiaan dan internasional.
UNIFIL sendiri merupakan misi penjaga perdamaian PBB yang telah bertugas sejak 1978 untuk menjaga stabilitas di wilayah Lebanon selatan dan memantau konflik di perbatasan Israel–Lebanon.




