Langkah ini diambil hampir tiga tahun setelah tinjauan pemerintah merekomendasikan pelarangan total iklan judi online.
IDXChannel—Pemerintah Australia berencana melarang iklan perjudian yang menampilkan selebriti, sekaligus membatasi akses iklan judi online hanya untuk pengguna internet berusia 18 tahun ke atas mulai 2027.
Melansir Reuters, Kamis (2/4/2026), kebijakan ini diambil untuk merespons kekhawatiran terhadap dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan bahwa iklan perjudian nantinya hanya akan mengizinkan tampilan iklan kepada pengguna yang telah login di website dan terverifikasi berusia di atas 18 tahun.
Langkah ini diambil hampir tiga tahun setelah tinjauan pemerintah merekomendasikan pelarangan total iklan judi online.
Saat ini, industri perjudian merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi televisi dan olahraga di Australia, tetapi penayangan iklannya telah lebih dulu dikenakan pembatasan frekuensi dan waktu tayang.
Dalam aturan baru, iklan dibatasi maksimal tiga kali per jam pada pukul 06.00–20.30, serta dilarang sepenuhnya selama siaran langsung olahraga di waktu tersebut.
Kebijakan yang mulai berlaku pada 2027 ini muncul di tengah tekanan politik terhadap pemerintahan Albanese, yang dinilai lambat menangani persoalan perjudian.
Kerugian akibat aktivitas perjudian di Australia diperkirakan mencapai AUD34 miliar atau sekitar Rp397,36 triliun tahun lalu, tertinggi secara per kapita di dunia.
Para ahli kesehatan menilai dampak ekonomi tersebut masih lebih besar karena sering berkaitan dengan masalah lain seperti depresi dan kecanduan.
“Tidak satu pun orang tua di negara ini yang akan memilih agar anak-anak mereka melihat iklan perjudian,” ujar Kepala Advokat Alliance for Gambling Reform Tim Costello.
“Pemerintah seharusnya tidak mengklaim bahwa mereka melindungi anak-anak dari iklan perjudian dengan meminta orang tua untuk menolak iklan tersebut. Tanggung jawab sepenuhnya harus berada pada perusahaan perjudian dan platformnya,” lanjutnya.
Meski mendapat kritik, Albanese tetap mempertahankan kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah besar dalam reformasi sektor perjudian.
“Pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan komunitas yang terkait dengan perjudian,” ujarnya.
Selain pembatasan iklan digital, pemerintah juga melarang iklan perjudian di radio selama jam antar-jemput sekolah, serta melarang penggunaan selebriti dan atlet dalam promosi. Merek perjudian juga tidak diperbolehkan tampil di stadion maupun pada seragam pemain dan ofisial.
Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada perusahaan seperti Flutter Entertainment (Sportsbet), Entain (Ladbrokes), serta Tabcorp Holdings, yang sahamnya tercatat turun sekitar 1,9 persen pada perdagangan siang, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan indeks acuan ASX200 sebesar 1,1 persen.
(Nasya Salsabila)




