Survei 3 Lembaga Ungkap Sikap Warga +62 soal Perang AS-Israel Vs Iran

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menggelar survei bersama Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia terkait legitimasi publik atas perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Hasilnya, sebanyak 83% responden di Indonesia mengatakan tidak setuju dengan serangan AS-Israel tersebut terhadap Iran.

Survei tersebut dilakukan pada periode 12-31 Maret 2026 dengan menganalisis sampel sebanyak 1.066 responden, margin of error (± 3%). Survei ini menggunakan metode penelitian double sampling, di mana peneliti mengambil sampel secara acak, responden yang terpilih ada yang diwawancarai secara tatap muka maupun melalui telepon.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan para responden diberi pertanyaan yang berbunyi, "Seberapa setuju atau tidak setuju Ibu/Bapak dengan serangan Amerika-Israel terhadap Iran tersebut?". Kemudian, responden menjawab pertanyaan tersebut dengan indikator sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju, atau antara setuju dan tidak setuju.

Hasil survei tersebut menunjukkan sebanyak 60,1% tidak setuju, 23% sangat tidak setuju, sedangkan 7,4% menjawab antara setuju dan tidak setuju, kemudian 4,7% menjawab setuju, 0,2% menjawab sangat setuju, serta 4,5% responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab.

"Nah dukungan pada level sikap terhadap serangan Israel dan AS itu hanya 4,9% jadi sangat sedikit, ini kelompok super minority. Sementara 83% itu mengatakan tidak setuju Israel dan AS menyerang Iran apapun alasannya," kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring melalui YouTube SMRC TV, Kamis (2/4/2026).

Selain itu hasil survei tersebut juga menunjukkan mayoritas responden atau sebanyak 68,8%, menyatakan tidak ingin atau sangat tidak ingin meyakinkan orang lain bahwa Amerika dan Israel berada di pihak yang benar dalam perang melawan Iran. Sementara itu hanya 13,7% responden yang menyatakan ingin/sangat ingin meyakinkan orang lain bahwa AS dan Israel berada di pihak yang benar.

Lebih lanjut responden juga ditanyai pertanyaan terkait keinginan untuk menjadi relawan kesehatan tentara AS-Israel dalam perang melawan Iran. Hasilnya sebanyak 74,4% responden menyatakan tidak ingin menjadi relawan kesehatan untuk membantu tim kesehatan tentara AS-Israel tersebut.

"'Ingin atau tidak untuk menjadi relawan kesehatan buat tentara AS dan Israel karena mereka menyerang Iran?' Lagi-lagi yang pingin melakukan itu, itu hanya kurang lebih sekitar 12-13% jadi sangat kecil, mayoritas menyatakan tidak ingin atau sangat tidak ingin," katanya.

"Jadi secara sederhana, kita memiliki indikasi yang kuat bahwa dukungan terhadap serangan tersebut tidak legitimate bagi warga nasional karena terlalu sedikit," tambahnya.

Sebelumnya, seluruh kawasan Timur Tengah siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Total sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan-serangan pembalasan Iran itu memicu kerusakan dan korban luka di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran. Lebih dari 300 tentara AS lainnya luka-luka.




(yld/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada 48 Gempa Susulan yang Terjadi saat Gempa 7,6 M Guncang Sulut & Malut
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Tujuan Utama Investasi Global, Raih Komitmen Korsel Rp 173 Triliun
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Produksi Minyak OPEC Anjlok 7,2 Juta Bph pada Maret Imbas Perang Iran
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti Bakal Diuji Coba Kembali Dalam Waktu Dekat
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Bluebird (BIRD) Tetapkan Arah Strategi Hadapi Dinamika Industri 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.