Presiden Iran Umbar Borok Donald Trump dan Soroti Peran Israel, Kirim Surat Terbuka ke Warga AS

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengirimkan surat terbuka kepada rakyat Amerika Serikat (AS) di tengah eskalasi konflik yang kian memanas. Dalam pesannya, ia mengumbar borok Presiden Donald Trump. Termasuk menyoroti peran Israel.

Surat tersebut dipublikasikan melalui Press TV pada Rabu (2/4/2026). Pezeshkian menyinggung kebijakan “America First” yang selama ini digaungkan Donald Trump, seraya mempertanyakan apakah kebijakan itu benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat Amerika.

“Tepatnya kepentingan rakyat Amerika yang mana yang benar-benar dilayani oleh perang ini?” tulis Pezeshkian.

Ia menambahkan, “Apakah pembantaian anak-anak yang tidak berdosa, penghancuran fasilitas farmasi pengobatan kanker, atau kebanggaan atas pengeboman sebuah negara ‘kembali ke zaman batu’ melayani tujuan lain selain merusak reputasi global Amerika Serikat?”

Dalam surat tersebut, Pezeshkian juga menolak keras narasi yang menyebut Iran sebagai ancaman global. Ia menegaskan bahwa negaranya justru berada dalam posisi diserang, bahkan saat masih terlibat dalam pembicaraan nuklir multilateral.

Ia menyoroti serangan terhadap infrastruktur vital Iran, termasuk fasilitas energi dan industri. “Menyerang infrastruktur vital Iran secara langsung menargetkan rakyat Iran. Selain merupakan kejahatan perang, tindakan tersebut membawa konsekuensi yang meluas jauh melampaui perbatasan Iran,” tegasnya.

Lebih jauh, Pezeshkian menilai bahwa tindakan militer semacam itu hanya akan memperpanjang konflik dan meningkatkan beban kemanusiaan serta ekonomi. “Tindakan itu menghasilkan ketidakstabilan, meningkatkan biaya manusia dan ekonomi, serta melanggengkan siklus ketegangan. Ini bukan demonstrasi kekuatan; ini adalah tanda kebingungan strategis,” lanjutnya.

Surat ini muncul tak lama setelah pernyataan keras Donald Trump yang mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap Iran, termasuk terkait isu strategis seperti Selat Hormuz. Ketegangan pun semakin meningkat di antara kedua negara.

Media internasional seperti Al Jazeera menyebut situasi saat ini berkembang menjadi “perang narasi”, di mana masing-masing pihak berupaya membentuk opini publik global. Iran menempatkan diri sebagai pihak yang diserang, sementara Amerika Serikat mendorong narasi sebaliknya.

Pezeshkian Singgung Irael

Dalam bagian lain suratnya, Pezeshkian juga menyoroti hubungan erat antara Amerika Serikat dan Israel. Ia mempertanyakan apakah Washington benar-benar bertindak atas kepentingannya sendiri atau dipengaruhi oleh sekutunya tersebut.

“Bukankah benar juga bahwa Amerika telah memasuki agresi ini sebagai proksi bagi Israel?” tulisnya. Ia juga menambahkan, “Bukankah jelas bahwa Israel sekarang bertujuan untuk melawan Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar pembayar pajak Amerika terakhir?”

Meski melontarkan kritik tajam, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan terhadap rakyat Amerika. Ia menekankan bahwa pesannya ditujukan untuk membuka perspektif dan mendorong pemahaman di tengah situasi yang semakin kompleks.

Surat terbuka ini menjadi bagian dari upaya Iran menyampaikan pandangannya langsung ke publik internasional, sekaligus menyoroti dampak luas konflik yang kini memasuki fase semakin sensitif. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Houthi Klaim Serang Israel, Libatkan Iran dan Hizbullah
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Meski Dibuka, Petaka Hormuz Belum Usai: Dunia Kacau Balau Lebih Lama
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jaksa Bantah Intimidasi Amsal Sitepu dalam Rapat Komisi III DPR
• 1 jam laluokezone.com
thumb
IHSG Ditutup Ceria di Level 7.184, Saham BUMI, DEWA dan BBRI Diburu Investor
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Podium MI: Retak di Meja Halalbihalal
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.