Bertambah, Korban Luka Bakar Kebakaran SPBE Bekasi Jadi 17 Orang, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, DISWAY.ID– Dampak ledakan dan kebakaran hebat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosng, Mustikajaya, Kota Bekasi, dilaporkan kian meluas.

Polres Metro Bekasi Kota mencatat jumlah korban yang mengalami luka bakar kini meningkat menjadi 17 orang, seiring dengan proses pendataan yang terus dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah korban terjadi karena sesaat setelah kejadian pada Rabu (1/4/2026) malam, para korban dilarikan ke beberapa rumah sakit yang berbeda secara terpisah.

BACA JUGA:Korban Ledakan Hebat SPBE di Bekasi Capai 13 Orang, Luka Bakar hingga Dilarikan ke RS

"Hingga saat ini, tercatat ada 17 orang yang tengah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar. Awalnya jumlah ini tidak terpusat karena para korban tercecer di beberapa rumah sakit," ujar Kusumo saat meninjau lokasi reruntuhan di Kelurahan Cimuning, Kamis (2/4/2026).

Selain fokus pada penanganan korban, kepolisian telah bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang menghanguskan sedikitnya 14 bangunan di sekitar area SPBE tersebut.

Sejumlah saksi, baik dari pihak internal perusahaan maupun warga sekitar, mulai dimintai keterangan.

Meski demikian, Kusumo masih enggan merinci identitas maupun jumlah pasti saksi yang telah diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota.

Ia menegaskan bahwa proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengumpulan bukti masih berlangsung secara mendalam.

"Mohon bersabar, tim masih bekerja di lapangan. Kami akan memberikan pemutakhiran data (update) segera setelah hasil penyelidikan awal rampung," tegasnya.

BACA JUGA:Pertamina Jamin Stok Gas Elpiji Aman Meski SPBE Bekasi Terbakar

Guna mengantisipasi adanya korban tambahan yang mungkin belum terdata, Polres Metro Bekasi Kota secara resmi mendirikan posko pengaduan di sekitar lokasi kejadian.

Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi warga yang merasa anggota keluarganya menjadi korban atau mengalami kerugian materiil akibat kebakaran tersebut.

"Kami sudah membangun posko pengaduan. Jika masih ada warga yang terdampak atau ada korban tambahan yang belum terlaporkan, silakan segera melapor ke posko agar segera mendapatkan penanganan medis maupun administratif," pungkas Kusumo.

Tragedi yang terjadi sekira pukul 20.30 WIB ini menjadi alarm keras bagi pengawasan standar keamanan fasilitas energi di kawasan pemukiman padat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jamkrindo Syariah Cetak Laba Bersih Rp141,03 Miliar di 2025
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapasitas Sampai 5000 Kursi, Ini Jadwal Paskah di Katedral Jakarta 2026
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PBB: Investigasi serangan terhadap personel RI di UNIFIL akan rampung
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran Gudang Mobil di Asahan: 19 Mobil Terbakar, Kerugian Rp 8 Miliar
• 13 menit lalukumparan.com
thumb
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Mengalami Child Grooming?
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.