TEL AVIV, KOMPAS.TV - Peringatan dikeluarkan komandan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir kepada parlemen Israel.
Kepala Staf IDF itu memperingatkan militer Israel akan menghadapi kerugian besar jika pemerintah tak mengesahkan undang-undang yang mengatasi kekurangan personel militer.
Pernyataan Zamir pada Rabu (1/4/2026), itu merespons surat yang dikirimkan anggota Parlemen Israel atau Knesset kepadanya.
Baca Juga: Trump Ingin Bom Iran hingga Kembali ke Zaman Batu, PM Irlandia Kritik Keras
Mereka mengkritik penarikan batalion cadangan dari Tepi Barat, setelah tentara Israel menahan dan diduga menyerang kru CNN sambil menyuarakan ideologi sayap kanan.
Dalam surat balasannya tertanggal 30 Maret, Eyal Zamir menulis bahwa surat anggota Knesset itu penting.
“Saya ingin menanggapi kekhawatiran yang Anda sampaikan mengenai prajurit IDF dan sistem cadangan pada khususnya, serta menyerukan kepada Anda untuk memenuhi tanggung jawab,” tulisnya dikutip dari The Times of Israel.
“Tantangan utama yang ada di depan pintu kita dalam kampanye ini adalah perluasan misi yang dipimpin IDF, termasuk pertahanan terhadap ancaman terhadap komunitas kita di perbatasan, dan realisasi konsep penghapusan ancaman sebelum berkembang,” tambah Eyal Zamir.
Zamir beberapa kali mendesak pemerintah Israel kembali memperpanjang wajib militer bagi laki-laki menjadi 36 bulan.
Sebelumnya masa wajib militer sempat dipersingkat menjadi 30 bulan pada Agustus 2024.
Kelompok pertama yang direkrut di bawah masa dinas yang lebih pendek ini akan dibebaskan dari wajib militer pada Januari 2027.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : The Times of Israel
- eyal zamir
- israel
- tentara israel
- idf
- militer israel
- wajib militer israel





