Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap alasan di balik pengalihan pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) ke Kementerian Pertahanan. Ia menegaskan, langkah tersebut untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, dan juga karena keterbatasan anggaran di Kemensos.
"Tidak ada apa-apa supaya lebih baik saja. Ini perlu saya sampaikan bahwa selama ini anggaran kami terbatas ya, untuk misalnya, ini salah satu hal saja ya, dan memang kita juga tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bisa mengelola begitu banyak Makam Pahlawan Nasional dan juga Taman Makam Pahlawan Nasional Utama di Kalibata itu. Anggaran kami sangat terbatas ya sehingga katakanlah tidak mencukupi, belum lagi sumber dayanya juga sangat terbatas," ujarnya dalam konferensi pers di Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Gus Ipul menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran dan sumber daya menjadi kendala dalam pengelolaan TMP terutama dalam mengembangkan nilai-nilai historis dan edukatif yang terkandung di dalamnya.
"Apalagi Taman Makam Pahlawan Nasional maupun Makam Pahlawan Nasional itu di sana ada nilai-nilai perjuangan, ada nilai-nilai cinta tanah air, ada nilai-nilai kepahlawanan yang seharusnya ini bisa menjadi inspirasi ya dan diharapkan pengelolaannya itu bisa memotivasi banyak orang untuk mengenang dan meniru dan meneruskan perjuangan para pahlawan itu," kata dia.
Menurutnya, pengalihan ini juga bertujuan agar Kementerian Sosial dapat lebih fokus pada tugas utamanya di bidang kesejahteraan sosial.
"Jadi ini pada dasarnya untuk pengelolaan yang lebih baik dan agar Kementerian Sosial bisa fokus kepada hal-hal yang menjadi tugas utamanya. Memang ada di dalam undang-undang pengelolaan ini oleh Kementerian Sosial, dan untuk itu ke depan kita akan mencoba melakukan revisi beberapa undang-undang itu yang memang pengelolaannya di bawah Kementerian Sosial," imbuh Gus Ipul.
Ia menegaskan, pengelolaan TMP bukan sekadar urusan fisik, melainkan juga menyangkut upaya membangun kesadaran sejarah dan nasionalisme masyarakat.
"Tapi saya harus nyatakan dengan sungguh-sungguh ya pada dasarnya Kementerian Sosial tidak memiliki sumber daya cukup untuk bisa mengelola, mengembangkan, menjadikan satu taman yang taman wisata ziarah gitu ya yang menginspirasi dan memotivasi semua untuk bisa meneruskan perjuangan para pahlawan itu," tandasnya.





