Pelindo Ajukan Penyesuaian Tarif Layanan Pelabuhan Setelah Tujuh Tahun

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) resmi mengajukan usulan penyesuaian tarif layanan kepelabuhanan kepada Kementerian Perhubungan. Langkah ini diambil oleh manajemen perseroan guna menyikapi tingginya biaya operasional yang harus ditanggung perusahaan.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyatakan bahwa tarif layanan saat ini sudah tidak mengalami perubahan selama tujuh tahun terakhir. Padahal, secara regulasi perusahaan memiliki hak untuk melakukan revisi tarif setiap tiga tahun sekali.

“Tarif yang berlaku sekarang sudah tujuh tahun tidak di-renewal, tidak direvisi,” ujar Muchtasyar, Kamis (2/4/2026). Di samping itu, ketidakefektifan tarif lama dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kondisi ekonomi serta inflasi saat ini.

Pihak manajemen telah melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan mengenai urgensi penyesuaian biaya layanan tersebut. Terlebih lagi, kenaikan biaya operasional yang signifikan menjadi dasar utama pengajuan revisi tarif kepelabuhanan nasional.

Pelindo menegaskan bahwa struktur tarif yang ada saat ini sudah berada pada tingkat yang tidak layak bagi keberlangsungan bisnis. Selain itu, transparansi mengenai beban operasional telah disampaikan secara mendalam kepada pihak regulator pemerintah.

“Itu sudah menjadi tidak layak lagi kalau ini tidak disesuaikan,” tegas Muchtasyar dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI. Di samping itu, penyesuaian ini diharapkan dapat segera mendapatkan persetujuan resmi dalam waktu dekat.

Program penyesuaian tarif ini diposisikan sebagai strategi quick win untuk mendongkrak performa keuangan perseroan pada tahun ini. Terlebih lagi, kenaikan pendapatan dari sektor layanan jasa kepelabuhanan akan memberikan dampak instan bagi arus kas perusahaan.

Perusahaan menargetkan implementasi tarif baru dapat terlaksana sepenuhnya sebelum berakhirnya periode anggaran tahun 2026. Selain itu, pertumbuhan revenue yang dihasilkan akan digunakan untuk membiayai modernisasi fasilitas pelabuhan di berbagai wilayah.

Baca Juga: Pelindo Sinergi Lokaseva Budayakan Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

Dukungan dari parlemen serta kementerian teknis menjadi kunci utama keberhasilan transisi harga layanan publik ini. Di samping itu, Pelindo menjamin bahwa kenaikan tarif akan dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa.

Efisiensi operasional pelabuhan diharapkan tetap terjaga meskipun terdapat perubahan struktur biaya layanan bagi para eksportir dan importir. Dengan demikian, daya saing logistik nasional diharapkan tetap kompetitif di mata pelaku industri global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai dari Jepang dan Korsel, Bawa Oleh-Oleh Ini 
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Gagal SNBP? Tenang, Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Masih Buka hingga 7 April 2026
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Sita Uang Ratusan Juta Usai Geledah Rumah Ono Surono
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Pantau Kenaikan Muka Air di Beberapa Wilayah
• 14 jam laludisway.id
thumb
Potret Israel Bombardir Negara Arab, Korban Tewas Berjatuhan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.