Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyoroti minimnya dukungan sektor perbankan terhadap industri film nasional. Padahal, kata dia, sektor ini terbukti memiliki potensi besar dan basis penonton yang kuat.
Hal ini disampaikan Rano dalam perayaan Hari Film Nasional di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
Advertisement
“Seumur hidup saya di dunia film, tidak ada satu perbankan pun yang bersedia membiayai film. Karena dianggap film mempunyai risiko yang lebih besar,” kata Rano.
Rano mengungkapkan, selama puluhan tahun berkecimpung di industri film, akses pembiayaan menjadi salah satu kendala utama bagi pelaku industri kreatif di Tanah Air. Pasalnya, kata Rano, karena tidak adanya jaminan konvensional seperti aset fisik yang diberikan pelaku industri kreatif tersebut.
“Karena kita nggak punya jaminan sertifikat atau BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) mobil untuk menjadikan jaminan. Sementara di dunia kreatif, IP (Intellectual Property) ini adalah modal yang paling termahal,” jelas Rano.
Padahal, menurut dia, industri film Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat dan signifikan. Dia menyebut jumlah penonton film di Indonesia pada 2024 mencapai 122 juta orang, dengan sekitar 80 juta di antaranya merupakan penonton film lokal.
“Artinya film Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” ujarnya.



