BEKASI, KOMPAS.com - Fenomena jasa joki game semakin menjamur di tengah perkembangan industri gim daring yang kian kompetitif.
Di berbagai platform media sosial, layanan ini tampil sebagai solusi instan bagi pemain yang ingin meningkatkan peringkat tanpa harus melalui proses panjang dan melelahkan.
Dalam hal ini, capaian seperti rank tinggi tidak lagi sepenuhnya menjadi hasil dari usaha pribadi, melainkan bisa “dibeli” melalui jasa pihak lain.
Di balik kemudahan tersebut, terdapat sistem kerja yang terorganisir dan berjalan hampir seperti industri tersendiri.
Baca juga: Kedai Kopi Diserbu Tikus, Ihsan Tak Menyerah Cari Loker Sambil Jadi Joki Game Online
Mulai dari strategi pemasaran, alur pemesanan, hingga pembagian kerja dalam tim, semuanya dirancang untuk memenuhi permintaan yang terus datang setiap hari.
Aktivitas ini bahkan tidak lagi sekadar sampingan bagi sebagian pelakunya, melainkan telah menjadi sumber penghasilan utama yang cukup menjanjikan.
Berawal dari Hobi dan Tren Media SosialBagi sebagian penjoki, aktivitas ini berangkat dari hobi bermain gim yang kemudian berkembang menjadi peluang ekonomi.
Hal ini juga dialami oleh Muhammad Taha Ramadhan lewat jasa Joki FlyyStoree yang telah menjalani profesi ini selama empat tahun terakhir.
Ketertarikannya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh tren konten digital dan interaksi dengan komunitas pemain lain di media sosial.
Baca juga: Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
“Awalnya itu cuma sekadar hobi, nah terus lanjut buka TikTok ngelihat orang buat konten di TikTok main ML," kata Taha saat ditemui di kawasan Jatiasih, Bekasi, Kamis (2/4/2026).
"Nah, ikutin live lah awalnya, di situ, ikutlah mabar VIP gitu, buka open VIP, ramai tuh yang masuk, setelah itu saya bikin konten-konten nawarin jasa joki mulai booming awalnya di akun pribadi," lanjut dia.
Menurut dia, sebagian besar penjoki memang berasal dari kalangan yang sejak awal sudah memiliki ketertarikan tinggi terhadap gim.
“Kebanyakan penjoki memang orang yang hobi main game," katanya.
Alur Pemesanan dari Konten hingga TransaksiDi balik layar, proses pemesanan jasa joki tidak sesederhana yang terlihat. Ada strategi pemasaran yang memanfaatkan algoritma media sosial untuk menjaring calon pelanggan.
Taha menyebut, konten yang diunggah berfungsi sebagai pintu masuk utama sebelum pengguna akhirnya melakukan transaksi.
“Awal itu kan kalau algoritma itu dari TikTok, dia ngelihat konten kita. Terus tertarik, klik di bio, di situ ada link ke WA, nanti worker itu atau admin minta akunnya," ujarnya.
Setelah pelanggan menyerahkan akun, proses berikutnya adalah penentuan harga berdasarkan tingkat rank yang ingin dicapai.
Baca juga: Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
“Setelah terima akun Google ada pricelist, kalau dari Epic itu Rp 7.000, Legend Rp 8.000, Mythic sekarang Rp 15.000, Honor Rp 18.000, dan untuk Glory itu Rp 23.000, Immortal Rp 28.000 per bintang," jelasnya.
Selain harga, waktu pengerjaan juga menjadi faktor penting yang disepakati di awal.
“Dikasih deadline, mungkin misal kalau dari Grand Master 5 ke Epic 5 itu mungkin 12 jam. Tergantung dia ordernya berapa bintang, semakin tinggi semakin lama," katanya.
Sistem Kerja Tim dan Pola ShiftSeiring meningkatnya permintaan, layanan joki tidak lagi dijalankan secara individu. Seperti Taha yang membentuk tim untuk memastikan target dapat diselesaikan tepat waktu.
Dalam praktiknya, satu akun bisa dikerjakan oleh beberapa orang secara bergantian untuk mengejar deadline yang ketat.
“Biasanya ada tuh kalau ngerjain sekitar 100 bintang. Jadi itu 100 bintang targetnya 2 hari, itu mainnya shift," kata dia.
Baca juga: Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
"Shift itu kayak contoh saya ngerjain jam 12 siang berhenti jam 6 sore. Nah, ganti lagi worker-nya, akunnya sama," lanjutnya.
Dalam sehari, kata Taha, dirinya bisa menerima pesanan 20 hingga 40 orang.
Dinamika Permintaan dan Perilaku KonsumenSelain itu, Taha bilang, permintaan terhadap jasa joki cenderung meningkat pada momen-momen tertentu, terutama menjelang akhir musim permainan. Pada periode ini, banyak pemain berusaha mencapai rank tertinggi sebelum reset.
“Ramai itu ketika akhir season, biasanya itu orang kan pada ngejar rank immortal gitu. Jadi dia enggak sampai targetnya sendiri, jadi pakai joki," kata dia.
Motivasi pengguna pun beragam, namun sebagian besar berkaitan dengan pencapaian dan pengakuan sosial di dalam komunitas gim.
Baca juga: Soal Joki Strava, Warga: Ngapain Bayar Orang Cuma demi Keliahatan Keren...
Di sisi lain, tidak jarang muncul permintaan yang tidak sesuai dengan strategi permainan yang umum digunakan, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi penjoki.
“Ya, ada sih, kayak request-nya itu enggak sesuai meta. Kan sekarang ada meta-metaan gitu, ibarat sekarang tuh meta jungler tank. Dia request-nya tuh hero-hero anomali, contoh Zilong, Layla (bukan hero meta), tapi dia ordernya tuh di rank tinggi. Nah, kadang kami nolak, kadang kami ambil," ujarnya.





