MAKASSAR, KOMPAS.TV - Setelah periode hujan yang masih aktif di masa peralihan, Indonesia kini dihadapkan pada ancaman baru: kemarau panjang yang lebih panas dan kering akibat potensi munculnya fenomena El Niño pada pertengahan 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño kategori lemah mulai aktif pada semester kedua tahun ini, tepatnya sekitar Juli 2026.
Hal ini diungkapkan oleh BMKG Wilayah IV Makassar berdasarkan hasil pemantauan dinamika iklim global terbaru.
Baca Juga: Pancaroba di Jawa Timur Mulai April 2026, Awal Kemarau Mei, BMKG Juanda Minta Petani Antisipasi
"El Nino kategori lemah diprediksi aktif pada semester kedua, mulai bulan Juli," kata Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Rizky Yudha Pahlawan, dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).
Fenomena El Niño merupakan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola cuaca global, termasuk di Indonesia.
Dampaknya, curah hujan cenderung menurun, sementara suhu udara meningkat.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memperkuat musim kemarau 2026 yang sebelumnya juga diprediksi datang lebih awal dari biasanya.
Dengan kombinasi tersebut, risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia perlu diantisipasi sejak dini.
Saat ini, kondisi iklim global masih berada dalam fase netral. BMKG mencatat indeks ENSO berada di angka -0,28, yang diperkirakan bertahan hingga Juni 2026.
Namun, memasuki semester kedua, peluang terbentuknya El Niño kategori lemah hingga moderat diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen.
Baca Juga: BMKG Ungkap 16,3 Persen Wilayah Masuk Awal Musim Kemarau April 2026, Ini Daerahnya
Di sisi lain, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap berada pada fase netral sepanjang tahun, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap distribusi curah hujan di Indonesia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id
- El Nino 2026
- BMKG kemarau 2026
- cuaca panas Indonesia
- musim kemarau panjang
- prakiraan BMKG terbaru
- ENSO Indonesia





