BMKG Prediksi El Nino Muncul Juli 2026, Kemarau Berpotensi Lebih Panas dan Kering

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi El Nino - Sisa-sisa cekungan tempat minum ternak di Mudzi, Zimbabwe, pada 2 Juli 2024. Di Zimbabwe, kekeringan akibat El Nino memengaruhi jutaan orang, dan anak-anak paling berisiko. (Sumber: Foto AP/Aaron Ufumeli)

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Setelah periode hujan yang masih aktif di masa peralihan, Indonesia kini dihadapkan pada ancaman baru: kemarau panjang yang lebih panas dan kering akibat potensi munculnya fenomena El Niño pada pertengahan 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño kategori lemah mulai aktif pada semester kedua tahun ini, tepatnya sekitar Juli 2026. 

Hal ini diungkapkan oleh BMKG Wilayah IV Makassar berdasarkan hasil pemantauan dinamika iklim global terbaru.

Baca Juga: Pancaroba di Jawa Timur Mulai April 2026, Awal Kemarau Mei, BMKG Juanda Minta Petani Antisipasi

"El Nino kategori lemah diprediksi aktif pada semester kedua, mulai bulan Juli," kata Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Rizky Yudha Pahlawan, dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).

Fenomena El Niño merupakan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola cuaca global, termasuk di Indonesia. 

Dampaknya, curah hujan cenderung menurun, sementara suhu udara meningkat.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memperkuat musim kemarau 2026 yang sebelumnya juga diprediksi datang lebih awal dari biasanya. 

Dengan kombinasi tersebut, risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia perlu diantisipasi sejak dini.

Saat ini, kondisi iklim global masih berada dalam fase netral. BMKG mencatat indeks ENSO berada di angka -0,28, yang diperkirakan bertahan hingga Juni 2026.

Namun, memasuki semester kedua, peluang terbentuknya El Niño kategori lemah hingga moderat diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen.

Baca Juga: BMKG Ungkap 16,3 Persen Wilayah Masuk Awal Musim Kemarau April 2026, Ini Daerahnya

Di sisi lain, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap berada pada fase netral sepanjang tahun, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap distribusi curah hujan di Indonesia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id

Tag
  • El Nino 2026
  • BMKG kemarau 2026
  • cuaca panas Indonesia
  • musim kemarau panjang
  • prakiraan BMKG terbaru
  • ENSO Indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terseret Kasus Penipuan, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa di Mabes Polri
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dude Harlino-Alyssa Soebandono Diperiksa Berjam-jam, Dicecar 30 Pertanyaan Soal Kontrak hingga Honor sebagai BA PT DSI
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG DIY Ingatkan Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Berita Foto: Pendinginan Berlanjut, Titik Asap Masih Muncul di SPBE Cimuning Bekasi
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.500 Ribu Personel Amankan Perayaan Paskah di Jakarta
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.