Krisis Timnas Italia! Buffon Mundur Usai Gagal Total ke Piala Dunia 2026

medcom.id
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Legenda sepak bola Italia, Gianluigi Buffon, mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Delegasi Tim Nasional Italia pada Selasa (2/4/2026) malam waktu setempat. Keputusan ini menyusul langkah Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, yang lebih dulu menanggalkan jabatannya setelah kegagalan pahit Gli Azzurri menembus Piala Dunia 2026.
 
Mundurnya beberapa petinggi tim nasional ini dipicu oleh kekalahan menyakitkan Italia melalui adu penalti atas Bosnia-Herzegovina pada final play-off Piala Dunia, Rabu (1/4/2026). Hasil tersebut memastikan Italia absen dalam pesta sepak bola terbesar sejagat tersebut untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
  Gelombang Mundur Massal
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya, Buffon mengaku telah mengajukan pengunduran diri sesaat setelah peluit panjang di laga kontra Bosnia berakhir. Namun, manajemen sempat memintanya untuk menunda pengumuman tersebut hingga situasi membaik.
 
"Mengundurkan diri tepat setelah pertandingan melawan Bosnia adalah tindakan yang mendesak, yang datang dari lubuk hati saya. Sama spontan dengan air mata yang terasa di hati saya," tulis Buffon di akun Instagram pribadinya.

"Kini, setelah Presiden Gravina memilih mundur, saya merasa bebas untuk melakukan tindakan yang bertanggung jawab ini. Tujuan utama kami adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia, dan kami tidak berhasil," lanjutnya.
 
Selain Buffon, Gennaro Gattuso yang menjadi pelatih kepala timnas Italia juga akan segera mengikuti jejak serupa dalam waktu dekat.
  Warisan Buffon dan Pengembangan Talenta
Selama menjabat sejak musim panas 2023, Buffon tidak hanya fokus pada tim senior. Ia berperan aktif membangun sinergi antara tim kelompok umur hingga level U-21 guna menciptakan sistem pengembangan talenta yang lebih terintegrasi.
 
Buffon menegaskan bahwa pengunduran dirinya bertujuan untuk memberikan ruang bagi wajah-wajah baru guna memimpin revolusi sepak bola Italia. Meski berakhir dengan catatan kelam, ia mengaku bangga telah melayani negaranya di level manajerial.
 
"Mewakili tim nasional adalah sebuah kehormatan bagi saya dan sebuah hasrat yang telah melekat sejak saya masih kecil. Saya menyimpan semua ini dalam hati, dengan rasa syukur atas kehormatan dan pelajaran yang didapat, meski berakhir dengan epilog yang menyakitkan. Forza Azzurri sempre," tutup legenda Juventus tersebut.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Debut Gila Eks Memphis Hustle! Darnell Cowart Langsung Cetak Double-Double untuk Tangerang Hawks
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Gempa Susulan M 5,7 Guncang Jailolo Maluku Utara, Berpusat di Laut
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Timnas hoki Indonesia belum maksimal meski kalahkan Hong Kong
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Manipulasi Saham Disorot, OJK Jatuhkan Denda Rp96,32 Miliar ke 233 Pihak
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
PSSI Respons Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Belanda, Ini Kata Sumardji
• 30 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.