jakarta.jpnn.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung buka suara setelah tiga prajurit TNI gugur di Lebanon.
Ahmad Doli Kurnia mendukung pemerintah mengambil langkah tegas setelah kejadian itu.
BACA JUGA: DPR Anggap Wacana Gaji Pejabat Dipotong Usaha Prabowo Bangkitkan Sense Of Crisis
"Kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa," kata Ahmad Doli Kurnia, Rabu (1/4).
Ahmad Doli Kurnia menjelaskan Israel sudah beberapa kali melakukan pelanggaran terhadap hukum humaniter.
BACA JUGA: Akademisi Unram Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo dalam Kasus Aktivis KontraS
Dia mengatakan lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke Palestina sepanjang September 2025.
Serangan itu berkaitan dengan pelanggaran mencakup genosida, pendudukan ilegal, hingga penggunaan kekuatan berlebihan.
BACA JUGA: Ketua Umum HIMALO Anggap Presiden Prabowo Benar-Benar Bela Palestina
"Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut,” ujar Ahmad Doli Kurnia.
Menurut Ahmad Doli Kurnia, tindakan Israel mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
“Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita," ucap Doli.
Dia juga mengajak DPR RI untuk serius mendorong pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih tegas serta terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya mengakhiri perang.
"Krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di TNI," tutur Ahmad Doli Kurnia. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




