Laba Bersih Medco (MEDC) Anjlok jadi Rp1,7 Triliun pada 2025

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan laba bersih senilai US$101 juta atau sekitar Rp1,72 triliun (asumsi kurs Rp16.990 per US$) sepanjang 2025. Perolehan laba tersebut anjlok 72,48% dibandingkan capaian pada 2024 yang senilai US$367 juta.

Medco menyatakan bahwa penurunan laba terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas.

Lebih lanjut, Medco mencatatkan EBITDA sebesar US$1.264 juta setara dengan 2024, meskipun harga minyak rata-rata turun 15% dari US$78/barel menjadi US$67/barel dan harga gas melemah dari US$7,0 menjadi US$6,8 per MMBtu.

"Pada tahun 2025, kami membukukan kinerja yang kuat bagi Perusahaan dan pemegang saham. Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27%, dengan pengembalian sebesar US$110 juta kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi minyak & gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh," ujar CEO Medco Roberto Lorato melalui pernyataan resmi, dikutip Jumat (3/4/2026).

Adapun, sepanjang 2025, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar US$437 juta dan biaya produksi minyak & gas sebesar US$8,6 per boe sesuai dengan panduan.

Sementara itu, utang konsolidasi Perseroan meningkat menjadi US$3.646 juta. Kenaikan ini terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna untuk memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pengembangan pembangkit energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.

Baca Juga

  • Bp, Mubadala, hingga Medco Menang Lelang Blok Migas 2025, Ini Wilayahnya
  • Medco (MEDC) Siapkan Rp150 Miliar untuk Pelunasan Obligasi Jatuh Tempo Juli 2026
  • Medco Energi (MEDC) Raih Fasilitas Kredit US$100 Juta dari HSBC Singapura

Medco menyatakan, likuiditas tetap kuat dengan posisi kas sebesar US$633 juta pada akhir 2025, dibandingkan US$697 juta pada 2024.

Kinerja Produksi

Sepanjang 2025, Medco mencatatkan kenaikan produksi minyak dan gas (migas) menjadi 156 mboepd. Kenaikan ini didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat berkelanjutan di Oman Block 60, serta peningkatan hak partisipasi operasi di PSC Corridor. Perseroan menutup tahun dengan mencatatkan tingkat produksi lebih dari 170 mboepd.

Dalam mendongkrak produksi migas, Medco merealisasikan belanja modal sebesar US$402 juta. Perinciannya, belanja modal ini digunakan untuk mencetak rekor produksi baru di Oman Block 60, memulai produksi di Lapangan Terubuk dan Forel, serta pengembangan sumur Corridor Suban-28 dan proyek peningkatan kapasitas kompresor Suban.

Untuk ketenagalistrikan, Medco mencatatkan penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, dengan 25% berasal dari energi terbarukan.

Medco juga merealisasikan belanja modal di sektor listrik sebesar US$35 juta terutama digunakan untuk commissioning Pembangkit Panas Bumi Ijen pada kuartal pertama, PLTS Bali Timur pada kuartal kedua, serta penyelesaian ekspansi Batam
ELB pada kuartal keempat.

“Saya sangat puas dengan kinerja tahun 2025. Memasuki 2026, kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi minyak & gas dan penjualan listrik yang kembali mencatatkan rekor baru bagi Medco," kata Direktur Utama Medco Hilmi Panigoro.

Pada 2026, Medco menargetkan produksi migas dapat mencapai kisaran 165-170 mboepd dan penjualan listrik naik menjadi 4.550 GWh. Medco juga menyiapkan belanja modal migas senilai US$415 juta dan ketenagalistrikan US$15 juta pada 2026.

Sementara itu, anak usaha Medco, Amman Mineral Internasional, sepanjang 2025 mencatatkan produksi konsentrat sebesar 446.563 metrik ton kering yang mengandung 208,9 juta pound tembaga dan 102.800 ounce emas, serta pemurnian lebih lanjut sebesar 176 juta pound katoda tembaga dan 124.700 ounce emas.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemegang Saham di Atas 10% Harus Diungkap, Kepemilikan Saham Tak Bisa Lagi Disembunyikan
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Galeri 24, UBS dan Antam Retro Hari Ini Turun, Gimana Antam?
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gubernur Pramono Perketat Izin Perjalanan Dinas ASN DKI demi Efisiensi Anggaran
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Tol Cikampek Terapkan Contraflow Antisipasi Libur Panjang
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Kapolda Sumsel Hadiri Dharma Santi Nyepi, Tegaskan Toleransi Kunci Kamtibmas
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.