Khotbah Jumat 3 April 2026 Kemenag tentang Hikmah Puasa Syawal

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi masjid. Khotbah Jumat 3 April 2026. (Sumber: Envato/guyswhoshoot)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Agama melalui Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menyiapkan materi khotbah Jumat yang relevan dengan momentum pasca-Idulfitri.

Pada Jumat, 3 April 2026, tema yang diangkat berfokus pada anjuran dan keutamaan menjalankan puasa Syawal sebagai bentuk penyempurna ibadah Ramadan yang telah dilalui umat Islam.

Dengan tema ini, khotbah Jumat 3 April 2026 diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada jamaah mengenai makna puasa Syawal, sekaligus memotivasi umat Islam untuk tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah setelah bulan Ramadan berakhir.

Berikut naskah khotbah Jumat 3 April 2026 berjudul "Puasa Syawal Menguatkan Disiplin dan Konsistensi Ibadah" dikutip dari simbi.kemenag.go.id.

Baca Juga: Jadwal Puasa Syawal 2026, Ini Niat dan Ketentuannya

Khotbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .

Alhamdu lillāhi rabbil 'ālamīn. Segala puji bagi Allah Swt, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Selawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, dan sahabatnya.

Izinkan khatib berwasiat kepada diri dan para jemaah sekalian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, dengan menjalankan sesuai perintah sesuai ketentuan-Nya serta meninggalkan segala larangan-Nya.

Jemaah sidang Jum'at yang dicintai Allah Swt,
Bulan Ramadan telah berlalu, meninggalkan jejak spiritual yang mendalam. Kita telah dilatih menahan diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Namun pertanyaannya, apakah semangat itu akan berhenti seiring berakhirnya Ramadan? Apakah kita masih mau salat berjemaah di masjid, salat qiyamullail dan salat sunah lainnya, memperbanyak tilawatil Qur'an, dan bersedekah? Apakah kita sudah tidak mudah lagi tersulut emosi dan punya respek kepada orang lain?

Di sinilah pentingnya puasa Syawal sebagai penyambung ibadah Ramadan Harapannya, pelatihan yang dijalani di bulan Ramadan, melalui ibadah Syawal, semua kebaikan di bulan Ramadan terpelihara di bulan berikutnya. Nabi Muhammad saw bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.

"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (H.R. Muslim)

Hadis ini bukan sekadar anjuran ibadah tambahan, tetapi juga merupakan pendidikan spiritual agar kita mampu menjaga disiplin dan konsistensi ibadah setelah Ramadan. Sebab, ibadah yang terbaik di sisi Allah adalah ibadah yang disertai dengan konsistensi dalam menjalankannya. Nabi Muhammad saw bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ.

"Sungguh, ibadah yang paling dicintai oleh Allah adalah ibadah yang paling konsisten sekalipun sedikit." (H.R. Muslim).

Ma'asyiral muslimin rahimakumullāh,
Puasa Syawal mengajarkan kepada kita setidaknya tiga nilai penting: Pertama, disiplin dalam ketaatan. Jika selama Ramadan kita mampu bangun malam, membaca Al-Qur'an, dan menahan diri dari yang haram, maka puasa Syawal menjadi bukti apakah kita mampu mempertahankan kebiasaan baik tersebut.

Kedua, konsistensi (istikamah). Allah Swt lebih mencintai amal yang sedikit tetapi terus-menerus. Puasa Syawal melatih kita agar tidak "turun drastis" setelah Ramadan, tetapi tetap berada dalam ritme ibadah. Puasa Syawal hadir sebagai jembatan spiritual-menghubungkan Ramadan dengan bulan-bulan berikutnya, agar kita tetap berada dalam orbit ketaatan.

Allah Swt berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • khotbah jumat
  • 3 april 2026
  • puasa syawal
  • bulan syawal
  • ramadan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Festival kuliner di Kubu Raya, hadirkan UMKM lokal dan negara tetangga
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
[FULL] Konflik AS-Israel VS Iran, Apa Strategi Indonesia Amankan Fiskal hingga BBM? | ROSI
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolda Sumsel Hadiri Dharma Santi Nyepi, Tegaskan Toleransi Kunci Kamtibmas
• 14 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Targetkan 30% Jalan Nasional Pakai Aspal Buton, Bisa Hemat Rp 4 T
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
OTW Halal! Justin Hubner Bagikan Foto Prewedding dengan Jennifer Coppen Pakai Adat Solo
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.