BEKASI, KOMPAS.com – Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menyebut, kebakaran diduga bermula dari gudang penyimpanan gas elpiji milik PT Indogas Andalan Kita.
“Penyebabnya stasiun pengisian Gas LPG milik PT Indogas Andalan Kita meledak. Kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan area tersebut,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: BPBD Catat 19 Rumah dan Sejumlah Kios Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi
Hasil identifikasi awal menunjukkan api membakar area seluas sekitar 2.000 meter persegi. Kebakaran tersebut merusak sedikitnya 19 rumah warga.
“Rinciannya, 15 rumah di RT 02 RW 003 dan 4 rumah di RT 01 RW 003 mengalami kerusakan,” kata Idham.
Selain rumah, sejumlah bangunan lain terdampak, antara lain area SPBE, dua kios, satu lapak rongsok, satu lapak pedagang nasi goreng, satu warung kopi, dan satu mushala yang mengalami kerusakan ringan.
Tak hanya itu, enam unit mobil truk SPBE dan tujuh kendaraan roda dua juga rusak akibat kebakaran.
“Korban dalam perawatan berjumlah 17 jiwa, sementara korban meninggal dunia nihil,” ujar Idham.
Para korban dirawat di RS Citra Arafiq, RSUD Kabupaten Bekasi, RS Satria Medika, RS Uni Medika, RSUD Kota Bekasi, RS Permata, serta RS Kartika Husada Setu. Sebagian besar mengalami luka bakar, sementara satu bayi dilaporkan selamat tanpa luka.
Dalam proses pemadaman, puluhan unit kendaraan diterjunkan.
“Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengerahkan 12 unit mobil damkar dan tiga unit rescue. Sementara itu, Damkar Kabupaten Bekasi turut membantu dengan tiga unit tambahan,” ujar Idham.
Baca juga: Daftar 17 Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Luka Bakar Lebih dari 50 Persen
Selain itu, ambulans dari puskesmas, PMI, Baznas, hingga relawan juga dikerahkan. Secara keseluruhan, ratusan personel gabungan terlibat dalam pemadaman dan evakuasi.
“Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan assessment, namun situasi di lokasi sudah kondusif,” kata Idham.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat dengan pihak SPBE memohon maaf atas insiden yang terjadi,” ujar Susanto.
Ia menegaskan Pertamina akan bertanggung jawab penuh terhadap korban dan warga terdampak. “Untuk korban yang terdampak, kami pastikan penanganan medis terbaik akan dilakukan dan seluruh biayanya ditanggung,” kata dia.
Selain itu, perusahaan membuka peluang pemberian ganti rugi bagi warga yang rumahnya rusak akibat kebakaran.
Pendataan kerusakan akan dilakukan bersama pemerintah setempat, mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan, untuk memastikan jumlah dan tingkat kerusakan yang dialami warga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



