Penulis: Fityan
TVRINews – Washington DC
Presiden Tunjuk Todd Blanche Sebagai Pelaksana Tugas di Tengah Kontroversi Berkas Epstein
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi dari jabatannya.
Keputusan mendadak ini mengakhiri masa jabatan salah satu loyalis terdekat Trump di kabinet, di tengah meningkatnya tensi politik terkait penanganan dokumen sensitif Jeffrey Epstein dan efektivitas penuntutan terhadap lawan-lawan politik kepresidenan.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengonfirmasi transisi tersebut dengan nada yang tetap suportif secara personal, meski langkah ini menegaskan adanya perombakan besar di Departemen Kehakiman (DoJ).
"Pam Bondi adalah patriot Amerika yang luar biasa dan teman setia yang telah mengabdi dengan tulus. Pam melakukan pekerjaan hebat dalam mengawasi penindakan besar-besaran terhadap kejahatan di seluruh negeri," tulis Trump Kamis 2 April 2026. Ia menambahkan bahwa Bondi akan segera beralih ke peran baru di sektor swasta.
Ketegangan di Balik Loyalitas
Meskipun Trump memuji kinerja Bondi dalam menekan angka kriminalitas, laporan internal mengisyaratkan adanya ketidakpuasan mendalam dari Gedung Putih.
Bondi diketahui gagal memenuhi ekspektasi Presiden terkait percepatan proses hukum terhadap figur-figur yang dianggap sebagai musuh politik.
Selain itu, penanganan Bondi terhadap rilis berkas Jeffrey Epstein menjadi titik krusial. Pernyataan Bondi yang dinilai kontradiktif mengenai transparansi dokumen tersebut dianggap menjadi beban politik bagi administrasi Trump, terutama saat tekanan publik mengenai keterlibatan tokoh-tokoh besar dalam kasus tersebut terus memuncak.
Selama 14 bulan menjabat, Bondi melakukan perombakan besar-besaran pada staf karier di Departemen Kehakiman dan mengalihkan fokus institusi pada kasus imigrasi serta perlindungan hukum terhadap perintah eksekutif Presiden.
Namun, warisannya akan tetap dikaitkan dengan langkah agresifnya menuntut tokoh-tokoh seperti mantan Direktur FBI James Comey dan Jaksa Agung New York Letitia James.
Respons dan Suksesi
Menanggapi pemberhentiannya, Bondi menyatakan bahwa memimpin upaya hukum di bawah arahan Trump adalah kehormatan seumur hidup.
"Memimpin upaya bersejarah Presiden Trump untuk membuat Amerika lebih aman merupakan kehormatan terbesar saya. Saya akan terus berjuang untuk Presiden Trump dan pemerintahan ini di peran baru nanti," ujar Bondi dalam pernyataan resminya.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Trump menunjuk Deputi Jaksa Agung Todd Blanche sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Sementara itu, nama Lee Zeldin, mantan anggota Kongres New York yang saat ini memimpin EPA, disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk posisi permanen.
Tekanan dari Capitol Hill
Langkah pemecatan ini tidak serta-merta membebaskan Bondi dari pengawasan legislatif. Anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR menegaskan bahwa jadwal kesaksian Bondi terkait berkas Epstein tetap berlaku.
"Pam Bondi dan Donald Trump mungkin berpikir pemecatan ini membebaskannya dari kewajiban bersaksi. Mereka salah," tegas Robert Garcia, anggota senior komite tersebut.
Pemecatan Bondi menandai menteri kabinet kedua yang digulingkan dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pemberhentian Kepala Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem pada awal Maret.
Editor: Redaksi TVRINews





