Ara Puji Luthfi, Penyaluran Kredit Perumahan Jateng Capai Rp 2,3 T

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Ahmad Luthfi atas capaian kredit program perumahan (KPP).

Berdasarkan data Kementerian PKP, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di bidang perumahan atau kredit KPP per 1 Januari-1 April 2026, Jawa Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai sekitar Rp2,3 triliun. Penyaluran terbesar ada di Kabupaten Brebes sebesar Rp131,5 miliar, Banyumas Rp117,4 miliar, dan Sragen Rp115,6 miliar.

"Kita harus belajar sama Jateng dan Gubernurnya. Kredit Perumahan ini program Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan ekonomi. Saya senang sekali Jateng nomor 1," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu Ahmad Luthfi di kantor Kementerian PKP, Jakarta, kemarin.

Baca juga: Momen Akrab Ahmad Luthfi-Dedi Mulyadi di Entry Meeting LKPD, Bahas Apa?

Selain kredit perumahan, Jawa Tengah juga mencatat capaian bagus dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau program rumah bersubsidi. Data di Kementerian PKP menyebutkan Jawa Tengah berada pada nomor dua nasional untuk program tersebut. Adapun pada tahun 2025, tercatat pembiayaan FLPP di Jawa Tengah mencapai 24.470 unit.

"Kalau boleh, tahun ini (2026) jadi 40 ribu unit. Sudah disiapkan dan sudah koordinasi dengan Menteri ATR/BPN, katanya Jateng juga tertinggi untuk pendataan lahan yang dapat dijadikan permukiman," jelas Maruarar.

Pada pertemuan tersebut, Maruarar juga membahas rencana akselerasi program perumahan dan permukiman pada 2026 lain. Di antaranya, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, rumah susun, penataan kawasan permukiman kumuh, dan pemberdayaan UMKM genteng.

"Sentra genteng di Jateng ada Kebumen dan Jepara, ini akan kita manfaatkan, jadi menggunakan genteng dari Jateng agar UMKM maju," paparnya.

Baca juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Pembangunan Jateng Bermuara pada Kesejahteraan Warga

Sementara itu, Luthfi menjelaskan penanganan backlog perumahan tahun 2025 di Jawa Tengah sebesar 274.514 unit. Adapun sisa backlog perumahan sekitar 1.058.454 unit atau turun kurang lebih 20%. Penanganan tersebut bersumber dari APBD, APBD Provinsi dan Kabupaten/kota, Baznas, CSR perusahaan, partisipasi masyarakat, dan lainnya.

"Hari ini kami usulkan terkait BSPS 2026. Untuk penanganan kawasan permukiman kumuh kita usulkan di Batang, Banyumas, Jepara, dan mungkin di Kota Semarang. Rumah susun juga ada kami usulkan," kata Luthfi.

Sebagai informasi, pada pertemuan ini, Luthfi turut didampingi oleh Bupati Jepara, Bupati Batang, Bupati Brebes, Bupati Temanggung, Bupati Banyumas, Bupati Grobogan, dan Wakil Bupati Boyolali.


(akd/ega)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IRGC Akui Kembali Tembak Jatuh Pesawat F-35 Stealth, Senjata Murah Iran Pecundangi Teknologi Amerika
• 5 jam laludisway.id
thumb
Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF Futsal 2026 Thailand
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Fakta-fakta Gempa M 7,6 Bitung Sulut Picu Tsunami
• 10 jam laludetik.com
thumb
Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Album Menari dengan Bayangan Difilmkan, Baskara Putra Jadi Produser Eksekutif
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.