Beda dengan Pemerintah, Ini Alasan Wali Kota Bekasi Pilih ASN WFH Hari Rabu

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan alasan di balik kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang diterapkan setiap hari Rabu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Menurut Tri, pemilihan hari Rabu bukan tanpa dasar, melainkan telah melalui pertimbangan efektivitas kerja dan efisiensi energi.

“Tentu kami uji cobakan karena ada dasarnya sambil menunggu arahan pusat tentang kewajiban ini,” ujar Tri saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Beda dengan Pemerintah, Pemkot Bekasi Terapkan WFH ASN Setiap Rabu

Penerapan WFH di hari Rabu dinilai paling ideal karena berada di tengah pekan kerja. Hal ini memungkinkan pegawai memiliki waktu untuk memulihkan energi setelah aktivitas padat di awal pekan.

“Ini menjadi istirahat dari penatnya Senin-Selasa dan persiapan menuju akhir pekan,” kata dia.

Dengan pola tersebut, Tri menilai produktivitas ASN justru dapat meningkat pada hari Kamis dan Jumat.

Selain meningkatkan produktivitas, kebijakan WFH di hari Rabu juga disebut mampu menekan kemacetan serta konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Tri, pengurangan mobilitas di tengah pekan lebih terasa dampaknya dibandingkan jika dilakukan pada akhir pekan kerja.

“Dengan demikian, Rabu adalah waktu yang paling efisien untuk menyeimbangkan produktivitas kerja dan efisiensi energi nasional,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan WFH pada hari Jumat berpotensi disalahgunakan untuk memperpanjang libur akhir pekan.

Baca juga: ASN Bekasi WFH Tiap Rabu, Wajib Aktifkan GPS Ponsel dan Lapor Kinerja Harian

Hal ini justru membuat tujuan efisiensi kerja dan energi tidak tercapai.

Oleh karena itu, ia menilai WFH pada hari Rabu atau Kamis lebih tepat dibandingkan Jumat.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bekasi telah lebih dulu menerapkan kebijakan WFH ASN setiap Rabu melalui Surat Edaran Nomor 800.1.5/1583/BKPSDM.PKA.

Namun, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menetapkan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan dilakukan setiap Jumat.

Menanggapi perbedaan tersebut, Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Raden Gani Muhamad, meminta Pemkot Bekasi menyesuaikan kebijakan dengan aturan pusat.

“Pemda yang telah lebih dulu menerbitkan kebijakan WFH harus segera menyesuaikan dengan kebijakan pusat. Mengingat kebijakan pusat ini sesuai arahan Presiden,” ujar Gani, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, Gani menegaskan tidak ada sanksi khusus bagi daerah yang belum mengikuti kebijakan pusat.

Baca juga: Pramono Bersyukur WFH ASN Tiap Jumat Bukan Rabu, Kenapa?

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, secara etika, pemerintah daerah tetap diharapkan sejalan dengan kebijakan nasional.

“Tidak ada sanksi khusus jika kepala daerah berbeda dengan perintah pusat. Namun secara etika, pemda harus sejalan dengan kebijakan pusat,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Okin Diam-diam Jual Rumah Anak, Ibu Rachel Vennya Sampai Gemeteran ungkap Ujian Hidup Putrinya
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Menteri Koperasi Ferry Juliantono Tegaskan Keuangan Syariah dan Sektor Riil Tumbuh Bersama di Gebyar Ramadan 2026
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Seskab Teddy Silaturahmi Idul Fitri dengan Gibran di Istana
• 32 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Foto: Padatnya Kendaraan di Gadog Arah Puncak saat Long Weekend
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.