Pantau - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) menggelar Pra Kongres VII PIKI 2026 untuk merumuskan penguatan organisasi di tengah dinamika global dan nasional yang semakin kompleks.
Konsolidasi dan Arah StrategisKetua Umum PIKI Badikenita Sitepu mengajak seluruh kader menjadikan pra kongres sebagai momentum konsolidasi gagasan dan penguatan peran organisasi.
Ia juga mengungkapkan rencana audiensi dengan Presiden Republik Indonesia guna memperkuat kontribusi pemikiran PIKI dalam kebijakan nasional.
Forum ini diikuti DPD dan DPC dari seluruh Indonesia dengan fokus pada pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“PIKI perlu menata kembali fondasi organisasinya agar tidak terjebak dalam pola organisasi kemasyarakatan semata, melainkan konsisten sebagai rumah besar kaum inteligensia,” ungkap Sekretaris Jenderal PIKI Audy Wuisang.
Penguatan Identitas dan Transformasi DigitalPIKI juga menyoroti pentingnya membuka ruang diskursus terkait geopolitik global serta optimalisasi platform digital untuk memperluas jangkauan gagasan.
Penyesuaian organisasi mencakup nomenklatur, penguatan identitas melalui Mars PIKI, serta penajaman posisi di ruang publik.
Ketua Panitia Kongres VII PIKI Benyamin Patondok memastikan seluruh rangkaian menuju Kongres VII pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta berjalan aman sesuai ketentuan.
Pra kongres ini diharapkan menjadi titik awal transformasi organisasi agar lebih adaptif, terukur, dan berperan dalam ekosistem pemikiran strategis nasional.




