Dubes Iran apresiasi kesediaan RI jadi fasilitator perdamaian

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya untuk berperan sebagai fasilitator dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia yang setelah perang Amerika-Israel melawan Iran, memiliki kesediaan, kesiapan, menyatakan kesediaannya untuk menjembatani bagi terwujudnya perdamaian, untuk menjadi fasilitator dalam terciptanya perdamaian di wilayah tersebut,” ujar Boroujerdi.

Hal tersebut disampaikan Boroujerdi saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam Indonesia di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa komitmen Indonesia tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.

Baca juga: Sekjen PBB: Hentikan konflik Timur Tengah

Selain itu, Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi khusus kepada tokoh cendekiawan Islam Indonesia Din Syamsuddin yang ikut pula hadir dalam pertemuan itu. Ia menilai Din Syamsuddin yang juga merupakan Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) itu memiliki kontribusi besar, di antaranya dalam mendorong upaya perdamaian, baik di tingkat kawasan maupun global.

“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan spesial terhadap Prof. Syamsuddin selaku ketua CDCC yang begitu rupa usahanya, begitu banyak usahanya untuk menciptakan perdamaian yang langgeng, perdamaian yang abadi baik itu di wilayah ataupun juga di dunia,” kata Boroujerdi.

Berikutnya dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi mengajak segenap umat Islam, terutama umat Islam di tanah air untuk bersatu mengampanyekan anti-perang.

"Oleh karena itu, sebaiknya bagi umat Islam, wajib bagi umat Islam untuk bersatu supaya dapat menghadapi bersama-sama serangan-serangan, peperangan-peperangan yang dilancarkan oleh Zionis dan juga bersama Amerika," ujar dia.

Baca juga: IEA: Krisis avtur akibat konflik kawasan hantam Asia, Eropa menyusul

Ia juga mengingatkan bahwa pihak Zionis tidak hanya memerangi Islam, tetapi juga agama-agama lainnya.

"Rezim Zionis ini menentang seluruh agama, menentang agama Islam, menentang agama Kristen, menentang bahkan Yahudi yang non-Zionis. Mereka menentang semua, tidak mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan ibadahnya di Masjidil Aqsa," ucapnya.

Baca juga: Harga migas di Eropa naik hingga 70 persen sejak konflik Timteng


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Nominasi Crunchyroll Anime Awards 2026 dan Cara Voting
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Presiden Brasil Sebut AS Karang Cerita Bohong untuk Serang Iran
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Libur Paskah, Penumpang Terminal Kampung Rambutan Melonjak Tajam
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ahli Teknologi Pangan Sarankan Sistem Rantai Dingin untuk Dukung Program MBG
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Gubernur Khofifah Instruksikan Kepala Daerah Perkuat Strategi Hadapi Kemarau 2026 Demi Jaga Produksi Pangan
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.