Kemenkes–KP2MI Siapkan Nakes Tembus Pasar Kerja Global

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat kerja sama penyiapan tenaga kesehatan Indonesia untuk menembus pasar kerja global melalui pembentukan Migrant Career Center di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyiapan Pekerja Migran Indonesia Bidang Kesehatan yang disaksikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Wamenkes Dante menegaskan, kolaborasi ini penting untuk memastikan tenaga kesehatan Indonesia yang bekerja di luar negeri tetap mendapatkan perlindungan hukum dan jaminan kesejahteraan.

“Sinergi dengan KP2MI sangat penting untuk memfasilitasi tenaga kesehatan kita agar bisa berkarier secara profesional di mancanegara dengan perlindungan hukum dan kesejahteraan yang pasti,”kata Dante dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 April 2026.

Sementara itu, Christina Aryani menjelaskan bahwa pembentukan Migrant Career Center di 38 Poltekkes akan menjadi pusat layanan terpadu yang menyediakan informasi peluang kerja luar negeri, pelatihan, hingga skema pembiayaan bagi calon pekerja migran sektor kesehatan.

“Pembentukan Migrant Career Center di 38 Poltekkes akan menyediakan ekosistem informasi menyeluruh, termasuk skema pembiayaan, demi memperkuat daya saing pekerja migran Indonesia di pasar internasional,”ungkap Christina.

Selain peningkatan kapasitas, kerja sama ini juga mencakup pertukaran data serta sosialisasi migrasi aman guna mencegah penempatan nonprosedural. Pusat karier tersebut akan menjadi layanan satu pintu bagi mahasiswa, alumni Poltekkes, maupun masyarakat umum yang ingin bekerja di luar negeri secara resmi.

Direktur Jenderal SDM Kesehatan Yuli Farianti menambahkan bahwa selama ini kendala utama lulusan tenaga kesehatan untuk bekerja di luar negeri bukan pada kemampuan klinis, tetapi pada kesiapan bahasa, adaptasi budaya, dan sistem penempatan yang belum terintegrasi.

“Selama ini banyak lulusan kita yang punya potensi, tetapi belum memiliki jalur yang jelas untuk ke luar negeri. Dengan kerja sama ini, kita ingin memastikan jalur itu ada, jelas, dan aman,” ujar Yuli.

Pemerintah mencatat, Indonesia memiliki 38 Poltekkes yang meluluskan lebih dari 42.000 tenaga kesehatan setiap tahun. Bahkan pada 2029, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus perawat hingga lebih dari 50.000 orang. Namun saat ini baru sekitar 10 persen tenaga kesehatan Indonesia yang bekerja di luar negeri, sehingga peluang untuk menembus pasar global masih sangat besar.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri dapat meningkat dengan sistem yang lebih terstruktur, aman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi tenaga kesehatan maupun negara.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemimpin Junta Terpilih Jadi Presiden Myanmar
• 19 menit laludetik.com
thumb
Warung Makan di Ternate Ludes Terbakar, Api Diduga dari Kompor
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Tingkat Kepatuhan Pejabat Lapor LHKPN ke KPK Capai 96,24 Persen
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
BI dan Pemprov DKI Dorong Industri Film Lewat Jakarta Youth Film Festival
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang PSS vs Persipal: Super Elja di Bawah Tekanan, Wajib Maksimalkan Laga Kandang
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.