Pemerintah Pastikan Segera Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI di Lebanon

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan pemulangan jenazah tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL) dengan segera. Meskipun, saat ini kondisi di Timur Tengah masih panas akibat konflik.

Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia telah dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon pada Kamis (2/4/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam keterangan tertulisnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar. Pemulangan jenazah diharapkan dapat dilakukan dalam pekan pertama April 2026.

"Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia menjadi penguat dalam mengiringi kepulangan para pahlawan bangsa," demikian pernyataan tertulis Kemlu RI pada Jumat (3/4/2026).

Meskipun, proses repatriasi tejadi dalam situasi konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. 

Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam. Namun, saat ini intensitas kontak senjata terjadi di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan.

Baca Juga

  • Kedubes Iran Sampaikan Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI di Bawah Unifil di Lebanon
  • Bertambah, 2 Prajurit TNI Pasukan Perdamaian Unifil Kembali Gugur di Lebanon
  • Sugiono Desak UNIFIL Lakukan Investigasi Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Sebagaimana diketahui, satu prajurit TNI yakni Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut terjadi akibat tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen Indonesia dekat Adchit Al Qusayr, di tengah eskalasi konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata setempat. 

Pada Senin (30/03/2026), dua prajurit TNI yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan pun gugur setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.

Kecaman Atas Serangan Israel

Pemerintah Indonesia melalui Wakil Tetap RI untuk PBB Umar Hadi juga telah mengecam keras serangan insiden penyerangan di Lebanon yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI. 

Umar menyatakan kecaman itu dalam sidang Darurat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai situasi di Lebanon, pada Selasa (31/3/2026). Dalam sidang itu pun, Umar mendesak PBB melakukan penyelidikan secara menyeluruh. 

"Biar saya perjelas, kami menuntut penyelidikan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan sekadar alasan-alasan dari Israel," ujar Umar. 

Dia menjelaskan bahwa eskalasi ini berakar dari serangan militer Israel yang berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon dan menargetkan wilayah tersebut. Serangan itu dinilai sebagai ancaman langsung terhadap perdamaian dunia. Bahkan, serangan itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional. Terlebih, saat ini korbannya merupakan pasukan pemelihara perdamaian (peacekeepers) Indonesia di UNIFIL.

Dalam sidang tersebut, Umar menyampaikan tiga tuntutan utama terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon, yakni percepatan pemulangan jenazah tiga personel yang gugur secara aman dan bermartabat serta pemberian perawatan medis terbaik bagi lima prajurit yang terluka. 

Selain itu, dia meminta jaminan dari semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan tindakan agresif yang membahayakan personel serta aset PBB. 

Umar juga mendesak DK PBB dan Sekretaris Jenderal PBB untuk segera menerapkan langkah darurat guna memastikan perlindungan penuh bagi personel UNIFIL, termasuk meninjau protokol keamanan dan rencana evakuasi jika situasi memburuk. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
521 Personel Jaga Gereja di Palembang, Pastikan Paskah Kondusif
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Baterai Mobil Listrik di China Mulai Dipantau Pemerintah
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Lebaran, Ekonomi ke Mana?
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Kerahkan 4.500 Personel untuk Amankan Perayaan Paskah 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Pemkab Jepara Usulkan Revitalisasi 199 Sekolah demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Daerah
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.