JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat, sempat menutup akses jalan permukiman warga.
Gunungan sampah yang berada di antara gedung blok C dan D Rusun Angke itu membuat mobilitas di sejumlah titik gang lumpuh selama berminggu-minggu.
Royyan (48), salah satu penghuni rusun, menyebut sampah yang meluber benar-benar memblokir gang sempit yang biasa dilalui warga untuk beraktivitas.
Baca juga: Rusunawa Angke Dikepung Tumpukan Sampah: Bau Menyengat, Belatung hingga Tikus Berkeliaran
"Udah numpuk, udah bener-bener numpuk aja gitu, sampai ngalangin jalan. Jadi motor nih, tadinya kan ini kan ada gang-gang gitu ya, harusnya kita bisa lewat sini, eh jadi enggak bisa," ujar Royyan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Akibat akses yang tertutup, warga terpaksa harus mencari jalan melalui gang lainnya yang juga hanya menyisakan jalan setapak karena turut tertutup sampah.
Sepeda motor warga di dalam area rusun bahkan sempat kesulitan keluar-masuk area parkir di dalam blok.
"Gangnya ketutup gitu, jalannya ketutup karena ya sampah-sampah, sampah itu. Ketutup sama sampah, akhirnya ya mau enggak mau lewat jalan lain gitu, itu pun cuma setapak karena setengahnya ketutup juga," ucap Royyan.
Sementara itu, Ika, Ketua RT 10 RW 03 Kelurahan Angke menyebut salah satu penyebab menumpuknya sampah adalah karena proses pengangkutan terkendala akses yang sudah telanjur tertutup di bagian depan rusun.
“Jadi kan di sini ada kurang lebih empat titik pembuangan ya, nah kemarin yang depan itu udah numpuk banget, akhirnya truk sampah enggak bisa masuk, dampaknya jadi ke yang di belakang sini enggak keurus sama sekali,” kata Ika.
Adapun, gang yang berada di antara hunian blok C dan D ini merupakan titik penumpukan sampah paling parah.
Baca juga: Kesabaran Habis, Warga Rusun Angke Tantang Pramono Rasakan Bau Sampah di Sana
Pasalnya, lokasi yang sempit membuat alat berat pengangkut sampah tak bisa beroperasi dan harus dikerjakan secara manual.
Tertutupnya jalan warga akibat sampah ini juga dibenarkan oleh Aminah (52), warga sekaligus pedagang makanan di kawasan rusun tersebut.
Volume sampah yang tidak lagi bisa tertampung kemudian memakan badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.
"Parah banget begitu sampai nutupin jalan. Jalan warga kan jadi gak bisa dipakai ketutup sampah. Padahal dulu tuh gang sini paling bersih, walaupun ada penampungan sampah tapi enggak pernah berceceran gini," tutur Aminah.
Ia pun menyebut penumpukan sampah ini sudah berlangsung nyaris satu bulan, terhitung sejak saat bulan Ramadhan hingga melewati hari Raya Idul Fitri.





