Insiden Bulldozer Menabrak Warga di Beijing, Banyak Korban Jiwa dan Terluka – Saksi Ungkap Fakta di Balik Kejadian 

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Baru-baru ini terjadi insiden sebuah bulldozer dengan sengaja menabrak orang-orang di pasar Dahanzhi, Beijing, yang menyebabkan banyak korban tewas dan luka. Saksi mata mengungkapkan bahwa pelaku datang ke Beijing untuk mengajukan petisi terkait kasus ketidakadilan yang dialaminya, namun tidak mendapat penyelesaian, sehingga melampiaskan kemarahan kepada masyarakat. Setelah kejadian, informasi terkait disebut-sebut diblokir oleh pihak berwenang.

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa pada 29 Maret siang, pasar Dahanzhi di Distrik Fangshan, Beijing, sedang ramai. Tiba-tiba seorang pria mengendarai bulldozer menerobos masuk ke pasar, menabrak banyak lapak dan warga, menyebabkan teriakan panik di mana-mana.

Saksi: Hari Paling Mengerikan, Dua Hari Tidak Bisa Tidur

Seorang pedagang makanan (nama samaran Wang Yi) yang telah berjualan di pasar tersebut lebih dari satu tahun mengatakan bahwa 29 Maret adalah hari paling mengerikan dalam hidupnya.

Ia menyebut pelaku berasal dari Liaoning, menyewa bulldozer setelah tiba di Beijing, dan aksinya diduga sudah direncanakan dengan memilih waktu makan siang saat pasar paling ramai.

“Sekitar pukul 11.30 siang, saat orang paling banyak, dia langsung menabrak. Menabrak sepanjang hampir satu li (sekitar 500 meter), lalu berbalik dan menabrak lagi. Setelah menabrak tiang listrik, kendaraan tersangkut dan bannya kempes. Beberapa pedagang lalu menariknya turun dan memukulinya.”

Wang Yi bersyukur posisinya tidak dekat dengan bulldozer. Setelah kejadian, ia segera menutup lapaknya dan pergi. Saat meninggalkan lokasi, ia melihat banyak orang tergeletak di tanah, sebagian meninggal di tempat, dengan jumlah korban mencapai puluhan.

“Saya lihat orang-orang sudah jatuh saat ditabrak, saya langsung beres-beres dan pergi. Mungkin yang meninggal saja ada puluhan,” katanya.

“Ambulans datang banyak sekali, tapi tidak cukup untuk membawa semua korban. Sangat mengerikan. Bulldozer itu menghancurkan apa saja, bahkan sepeda listrik hancur. Puluhan lapak rusak, saya lihat ada orang meninggal di beberapa tempat, saya hanya melihat sekilas lalu pergi.”

Setelah pulang, ia menerima video dari orang lain.

 “Setelah itu mereka kirim video lagi, ya Tuhan, saya sampai mual dan dua hari tidak bisa tidur, sering mimpi buruk. Bulldozer itu melaju sangat cepat, sangat menakutkan. Banyak korban mengalami luka parah, anggota tubuh hancur, bahkan kepala hancur.”

Pelaku Diduga Gagal Mencari Keadilan, Lalu Balas Dendam ke Masyarakat

Wang Yi mengungkapkan bahwa pelaku datang dari Liaoning ke Beijing untuk mengajukan banding hukum dan mencari keadilan. Di bulldozer ditemukan banyak dokumen petisi.

“Dia datang ke Beijing untuk menggugat dan mencari keadilan, tapi tidak ada yang menanggapi, lalu dia melampiaskan ke masyarakat. Sepertinya dia sudah putus asa dan tidak ingin hidup lagi.”

Ia menambahkan, “Kasus ini bukan kasus kecil, sangat besar. Bayangkan tekanan sebesar apa sampai seseorang melakukan hal seperti ini. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang biasa.”

Akibat kejadian ini, pihak berwenang menutup semua pasar di sekitar lokasi. Pedagang lain mengatakan bahwa setelah insiden sebesar ini, pasar pasti ditutup, dan belum jelas kapan bisa dibuka kembali.

Hingga kini, informasi masih dikendalikan ketat. Beredar kabar bahwa 13 orang tewas, namun angka ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Seorang Ibu Muda Mengalami Patah Kaki

Seorang ibu dari anak perempuan berusia tujuh tahun membagikan pengalaman mengerikannya di media sosial. Ia mengalami patah kaki hingga tulang terlihat, sementara anaknya mengalami banyak luka lecet. Ia mengatakan melihat banyak orang meninggal, dan bersyukur dirinya masih hidup.

Ia menulis:  “Saya terseret, saya memeluk anak saya erat-erat, kami terseret beberapa meter. Lalu kendaraan mundur dan melindas kaki saya, kemudian terus menabrak ke depan. Saya sangat bersyukur masih hidup.”

Pasar Dahanzhi merupakan pasar tradisional pedesaan yang cukup besar dan telah lama ada di wilayah Fangshan, Beijing.

Analisis: Akar Masalah dan Fenomena Balas Dendam Sosial

Belakangan ini di Tiongkok sering terjadi kasus kekerasan yang disebut sebagai “balas dendam terhadap masyarakat”.

Pada malam 22 Maret, di Chongqing terjadi mobil menabrak kerumunan di depan sebuah gedung, dengan jumlah korban belum jelas. Saksi menyebut ada 2–3 korban tewas, dan diduga pengemudi dalam keadaan mabuk, namun tidak menutup kemungkinan motif balas dendam sosial.

Pada 26 Maret pagi di Shenzhen, seorang wanita dengan pisau menyerang orang secara acak di persimpangan jalan. Saksi mengatakan pelaku diduga tidak puas terhadap pemerintah dan melakukan aksi balas dendam.

Seorang analis berpendapat bahwa fenomena ini berkaitan dengan akar masalah sistemik.

Komentator politik Yue Shan menyatakan bahwa seperti yang disadari banyak netizen, jika ingin menuntut keadilan seharusnya kepada pihak yang bertanggung jawab, bukan melukai warga tak bersalah. Ia juga mengatakan bahwa kondisi di mana orang tidak berani menuntut pihak berkuasa tetapi justru melukai sesama warga merupakan hasil dari pengaruh sistem yang ada selama bertahun-tahun.

Dimuat ulang dari The Epoch Times / Editor: Tang Ying


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet AS, Termasuk F-35 Kedua
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DKI kemarin, izin perjalanan dinas ASN hingga pengamanan Paskah
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Banjir Redam Demak, 583 Warga Mengungsi dan Satu Orang Dilaporkan Hilang
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Komnas HAM Minta Identitas Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus Dibuka ke Publik
• 15 jam laludetik.com
thumb
Grup Harita (NCKL) Habiskan Seluruh Dana IPO Rp9,99 Triliun
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.