Kartu Pokemon Termahal di Dunia Dijual Rp 279 Miliar, Kok Bisa?

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pokemon illustrator trading card. (Dok. pokemin.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tangan kolektor, kartu Pokemon berubah menjadi benda yang bernilai fantastis. Salah satunya kartu legendaris Pikachu Illustrator yang berhasil terjual hingga US$16,49 juta atau sekitar Rp 279 miliar.

Kartu tersebut dimiliki oleh Logan Paul dan dilepas melalui rumah lelang Goldin pada Februari 2026, sekaligus mencetak rekor dunia Guinness World Records. Kartu ini hanya ada satu dengan nilai PSA 10 dari sekitar 39 kartu yang ada.


Naiknya harga suatu kartu biasanya didorong oleh kelangkaan, sistem penilaian (grading), serta meningkatnya jumlah pembeli bermodal besar yang memburu aset langka dengan pasokan terbatas.

"Beberapa individu berusaha mengakuisisi kartu paling langka dengan kualitas tertinggi dan menyimpannya selama mungkin," ujar pelelang Ken Goldin, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (2/4/2026).

Pilihan Redaksi
  • McDonald's Tiba-Tiba Minta Maaf di Jepang Gara-Gara Kartu Pokemon
  • Polisi Tangkap Maling Penipu, Sita Mainan Lego Seharga Rp 100 Juta

"Bisa jadi Anda tidak akan pernah melihat kartu itu dijual lagi dalam hidup," imbuhnya.

Foto: Pikachu Illustrator card. (Dok. guinnessworldrecords)
Pikachu Illustrator card. (Dok. guinnessworldrecords)

Kondisi kartu, yang menentukan nilai grading hingga skala 10, juga menjadi faktor krusial dalam menentukan harga.

"Jika kartunya tepat, kondisi menjadi sangat krusial, terutama di Pokémon, di mana ada premi besar untuk nilai 10," kata Goldin.

Premi tersebut bisa sangat ekstrem. Kartu bernilai US$100.000 dalam kondisi sempurna yang dinilai oleh Professional Sports Authenticator bisa hanya bernilai 1% hingga 2% dari harga tersebut jika kondisinya jauh lebih rendah.

Di luar kartu super langka, investor ritel dan kolektor mulai membuka kembali koleksi lama mereka dari 20 tahun lalu dengan harapan menemukan "harta karun".

Lonjakan penjualan kartu semakin tinggi selama pandemi, didorong oleh stimulus dan meningkatnya minat pada aset alternatif.

Belanja kartu koleksi non-olahraga, termasuk Pokemon, melonjak 350% antara 2020 hingga 2025, menurut firma riset Circana. Pada saat yang sama, selebritas seperti Post Malone, Steve Aoki, dan Kevin O'Leary turut mendorong popularitasnya.

"Kami melihat orang menggunakan ini sebagai aset alternatif dan alokasi kekayaan," terang Goldin.

Namun, risiko tetap ada bagi investor. Faktor yang mendorong kenaikan harga juga menciptakan risiko, harga sangat volatil, dipengaruhi hype, dan tidak memiliki stabilitas seperti pasar tradisional.

Meski begitu, beberapa kartu Pokemon paling langka tetap mampu mengungguli pasar.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi Peralatan Rumah Tangga Kian Canggih & Mudahkan Hidup

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WIKA Kembali Turunkan Utang Rp3,87 triliun Sepanjang 2025
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Ibnu Wildan Siap Debut, Usung Album Bertema Patah Hati
• 18 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Jalani Pemeriksaan di Bareskrim, Ini Sebabnya
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Jan Olde Riekerink Angkat Bicara soal Polemik Paspor Pemain Keturunan Indonesia di Belanda: Harusnya Beres dari Awal!
• 12 jam lalubola.com
thumb
Pernyataan FPTI terkait perkembangan kasus pelecehan seksual pelatnas
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.